Selepas tidak ada kesepakatan dengan Mario Gomez, posisi pelatih kepala timnas Malaysia hingga kini masih kosong. Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) semula menginginkan jabatan pelatih timnas Malaysia senior diduduki pelatih asal Argentina yang sukses bersama Johor Darul Ta’zim itu. Namun, kerja sama batal terjalin karena Mario Gomez meminta nilai kontrak yang dianggap FAM terlalu tinggi.

Rumor pun berembus seputar bursa calon pelatih timnas Malaysia. FAM mulai melirik beberapa pelatih asing lain. Nama eks pelatih Johor Darul Ta’zim, Bojan Hodak, dan Josep Gombau (Adelaide United) masuk daftar.

Belakangan, nama Alfred Riedl dan Kiatisuk Senamuang juga santer diisukan jadi kandidat untuk menduduki kursi panas pelatih timnas Malaysia.

Hal itu mengacu pada kriteria pelatih timnas Malaysia versi Presiden FAM, Tungku Ismail Sultan Ibrahim. Presiden FAM yang juga Putra Mahkota Johor itu masih tetap menginginkan bila pelatih kepala timnas Harimau Malaya dipegang pelatih asing. Barulah staf pelatih, semisal asisten pelatih, yang dipegang pelatih-pelatih lokal.

Selain itu, Tunku Ismail juga mengungkapkan bila FAM hanya memiliki bujet terbatas untuk mengontrak pelatih asing. Alhasil, nama-nama pelatih populer bakal susah didatangkan karena dipastikan mereka memiliki nilai kontrak tinggi.

Sebagai gambaran, batalnya kerja sama FAM dengan Mario Gomez lantaran sang pelatih meminta kenaikan gaji dari yang semula sudah disepakati senilai 25 ribu dolar AS, menjadi 45 ribu dolar AS (Rp 600 juta). Permintaan itu ditolak mentah-mentah FAM, yang saat ini terbelit utang mencapai Rp 120,1 miliar.

Di sisi lain, masuknya nama Alfred Riedl dan Kiatisuk Senamuang dalam bursa kandidat pelatih timnas Malaysia sah-sah saja karena keduanya diketahui belum memiliki tim baru selepas tidak lagi melatih Timnas Indonesia dan timnas Thailand.

Kontrak Alfred Riedl berakhir selepas membawa Tim Merah-Putih jadi runner-up Piala AFF 2016 sementara Kiatisuk Senamuang mengundurkan diri sebagai pelatih timnas Thailand pada akhir Maret 2017 menyusul kritikan yang diarahkan padanya seusai kalah beruntun di kualifikasi Piala Dunia 2018.

Beberapa kalangan juga menilai dua pelatih itu pantas jadi pengganti Ong Kim Swee, yang diturunkan jadi pelatih timnas Malaysia U-22, lantaran sudah berpengalaman menangani timnas di negara-negara Asia khususnya Asia Tenggara.

Kiatisuk Senamuang bisa dibilang pelatih tersukses di Asia Tenggara saat ini setelah mempersembahkan dua gelar Piala AFF, medali emas SEA Games 2015, dan membawa The War Elephants ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2018.

Sementara Alfred Riedl, meski belum pernah membawa gelar juara bagi Indonesia, Vietnam, maupun Laos, rekam jejaknya dan jam terbangnya di pentas sepak bola ASEAN sudah cukup tinggi. (Bolacom)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY