Sekjen AFF, Letjen Dato Sri Azzuddin Ahmad angkat bicara tentang seruan Menpora Malaysia Khairy Jamaluddin yang meminta skuat Harimau Malaysia mundur dari Piala AFF jelang melawan Myanmar pada Sabtu besok, 26 November 2016.

Penarikan ini menyusul sikap pemerintah Negeri Jiran yang menentang keras aksi keji yang dilakukan tentara Myanmar terhadap etnis Rohingya.

“Kami akan sangat kecewa jika langkah ini mendapat persetujuan dari pemerintah Malaysia,” ucap Letjen Dato Sri Azzuddin Ahmad dikutip dari situs AFF.

Diketahui, laga Malaysia vs Myanmar merupakan laga terakhir pada fase grup B Piala AFF 2016. Malaysia yang duduk di posisi 3 klasemen sementara, masih memiliki peluang lolos ke babak semi final.

Azzuddin menjelaskan, ancaman ini tidak cuma membuat Myanmar merasa tidak nyaman, tetapi juga untuk semua tim di Piala AFF.

“Kita harus menyadari bahwa Piala AFF Suzuki memiliki kekuatan untuk menyatukan orang dan orang-orang di seluruh seluruh menantikan event dua tahunan ini,” paparnya.

Ia pun meragukan penarikan Timnas Malaysia dari AFF Suzuki Cup menjadi solusi atas masalah etnis Rohingya. “Mengapa sepak bola harus menjadi korban dari masalah ini?,” cetusnya.

Dampak dari penarikan itu juga berimbas kepada Malaysia selaku tuan rumah SEA Games 2017

“Jika mereka keluar dari Myanmar sekarang, apakah itu berarti bahwa Myanmar akan juga tidak akan diizinkan untuk mengambil bagian dalam SEA Games tahun 2017 yang Malaysia akan menjadi tuan rumah,” urainya.

Jika nantinya Malaysia mundur, kata dia, maka FIFA memberikan sanksi kepada FAM atas intervensi pemerintah Malaysia.

“Saya berharap menimbang masalah ini dengan baik sebagai implikasi yang besar bagi Malaysia bila menarik diri dan dampaknya tidak akan bagus untuk sepak bola Malaysia,” demikian Letjen Dato Sri Azzuddin Ahmad. (Rakyatku)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY