Penggunaan pemain berstatus naturalisasi di era sepakbola modern ini sudah menjadi sebuah hal yang lazim seiring makin sengitnya persaingan global. Hal ini juga yang makin terus berkembang di kawasan Asia Tenggara.

Sejumlah negara ASEAN kini juga kian marak menggunakan proses pergantian status kewarganegaraan ini. Langkah tersebut banyak ditempuh dalam upaya mempertajam kualitas tim nasional mereka.

Tak cuma itu, naturalisasi juga dianggap sebagai salah satu jalan pintas untuk meningkatkan prestasi dari sebuah negara yang ingin dengan cepat meraih hasil maksimal.

Dimulai dengan Singapura, yang telah melakoni langkah tersebut pada akhir 90-an rupanya mampu membuahkan kejayaan timnas Negeri Singa di kawasan Asia Tenggara. Sukses Singapura ini pun ditanggapi negatif oleh negara tetangganya, Malaysia yang menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang memalukan.

Dalam sebuah headline majalah keluaran Malaysia, playmaker Singapura, Shi Jiayi bahkan pernah menjadi bahan olok-olokan publik Negeri Jiran pada tahun 2011 lalu.

Indonesia pun akhirnya mencoba hal serupa dengan memboyong Cristian Gonzales pada gelaran Piala AFF 2010 lalu. Hal tersebut sempat menjadi bahan cemoohan publik Malaysia yang memandang tim Indonesia telah kekurangan pemain berkualitas pada duel final di Kuala Lumpur.

Namun, kini tim yang menjuluki skuatnya Harimau Malaya itu justru memilih jalan yang sama dengan memasukkan dua pemain naturalisasi pada perhelatan Piala AFF 2016.

Matthew Davies (negara asal Australia) dan Darren Lok Yee Deng (Inggris) menjadi pilar Negeri Jiran dalam persaingannya di Grup B bersama Vietnam, Myanmar dan Kamboja. Dan kini patut dinantikan apakah Malaysia akan sukses dan nyaman dengan pilihan yang seolah telah menjilat ludahnya sendiri itu.(Viva)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY