Timnas Filipina di Piala AFF 2016 bisa jadi akan makin asing. Hal itu lantaran mayoritas pemain yang disiapkan untuk turnamen terakbar di ASEAN itu berdarah keturunan atau tidak 100 persen asli Filipina.

Dari 23 pemain yang dipanggil pelatih Thomas Dooley untuk laga uji coba terakhir sebelum Piala AFF 2016 melawan Kirgizstan (9/11/2016), Bola.com mendapati setidaknya 17 pemain keturunan Filipina. Keturunan di sini adalah mereka yang memiliki ayah atau ibu bukan Filipina.

Mayoritas 17 pemain itu juga dilahirkan dan dibesarkan di luar Filipina, di negara asal sang ayah atau sang ibu. Mereka baru bergabung ke timnas Filipina belakangan setelah ditempa atau belajar sepak bola di luar Filipina.

Sementara sisa dari 23 pemain di timnas Filipina saat melawan Kirgizstan, hanya sekitar enam pemain yang memiliki orangtua asli Filipina, dilahirkan, dan dibesarkan di negara kepulauan itu.

Padahal, beberapa waktu lalu Thomas Dooley mengungkapkan ia akan lebih banyak memberikan peluang pada pemain lokal termasuk mereka yang berkiprah di kompetisi domestik agar memudahkannya dalam mengumpulkan pemain lantaran Piala AFF diselenggarakan di luar kalender FIFA.

Hal itu untuk mengantisipasi seandainya klub pemain di luar Filipina, terutama di Benua Eropa, tidak bersedia melepas sang pemain, seperti yang dialami kiper senior, Neil Etheridge.

Nyatanya, seperti dilansir dari Sports Inquirer, Jumat (11/2016), seusai mengalahkan Kirgizstan 1-0, Thomas Dooley justru menambahi timnya dengan dua tenaga pemain “impor” lagi, yakni Mike Ott yang merupakan adik Manuel Ott, serta Pika Minegishi.

Ott bersaudara merupakan pemain Filipina berdarah Jerman dari sang ayah. Secara khusus, Mike Ott saat ini bermain di klub Divisi Empat liga Jerman. Sedangkan Pika Minegishi, memiliki ayah dari Jepang.

Belum lagi striker kelahiran Spanyol, Javier Patino, kemungkinan besar akan ikut bergabung setelah ada sinyal ia bakal dilepas klubnya di China, Henan Jianye.

Sebagai gambaran, sembilan dari 11 pemain penghuni starting eleven timnas Filipina pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 sekaligus Piala Asia 2019 pada 2015 merupakan pemain “impor”. Bisa jadi hal serupa akan terulang di Piala AFF 2016 karena Filipina sangat ingin mewujudkan mimpi tampil ke final dan menjuarai Piala AFF untuk kali pertama.

Kekuatan timnas Filipina dengan para pemain impor ini tentu tidak boleh dipandang remeh, terutama oleh para pesaing di Grup A termasuk Indonesia. Meski bukan asli Filipina, para pemain keturunan itu memiliki skill individu mumpuni karena mereka ditempa dan berkompetisi di negara-negara dengan budaya sepak bola maju, seperti Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, Australia, Jepang, hingga Amerika Serikat.

Satu lagi, para pemain keturunan itu juga menegaskan tetap memiliki nasionalisme tinggi, seperti disampaikan Ian Ramsey kepada Vice Sports.

“Tentu saja ada beberapa yang akan mempertanyakan beberapa pemain bukan berdarah Filipina asli di timnas Filipina. Tapi, apakah kami separuh atau tiga seperempat campuran (keturunan), kami menganggap diri kami sebagai orang Filipina dan kami merasa terhormat bisa mewakili Filipina,” tegas Ian Ramsey, pemain timnas Filipina berdarah Australia. (Bola.com)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY