Harapan pemain yang dijuluki “Messi Indonesia”, Tristan Alif, pada para calon petinggi PSSI baru dan juga pemerintah amat besar untuk membantunya meraih karier gemilang di Eropa. Sudah dua kali ia gagal karena terbentur persyaratan.

Seperti yang diketahui, Alif gagal menembus akademi Leganes karena terbentur persyaratan FIFA. Sebelumnya, ia juga merasakan hal yang sama ketika bersama akademi Ajax Amsterdam.

Dalam regulasi dari FIFA artikel 19, orangtua harus mendampingi pesepakbola yang berusia dibawah 17 tahun jika dia bergabung dengan klub di luar negeri.

Dengan kata lain, orang tua Alif harus menetap di klub tempat Tristan jika sang anak sudah menandatangani kontrak secara resmi. Tetapi, hal itu tidak mudah karena sang orangtua harus mendapatkan pekerjaan yang layak.

Ayah Alif, Ivan Trianto menjelaskan jika saat ini dia tengah mengurus keperluan yang dibutuhkan untuk sang anak. Ivan buka suara saat ditemui di Serenia Sport Center, Villa Delima, Cinere, Senin 7 November 2016.

Menurutnya, bantuan dari dalam negeri untuk perkembangan anaknya sangat besar. Tetapi tidak ada yang berhubungan langsung dengan organisasi olahraga atau sepakbola.

Menpora Bantah Bantu Danai Kongres PSSI
“Dukungan dari pemerintah tetap ada namun di luar dari induk sepakbola. Saat ini bantuan malah datang dari Kementerian Pendidikan dan beberapa pihak swasta lain. Saya punya harapan besar untuk pemerintah membantu kami karena saat ini Indonesia punya telenta besar seperti Tristan,” kata Ifan.

“Harapan saya adalah penerus baru di PSSI. Semoga mereka bisa membantu bakat-bakat muda seperti Tristan Alif dan juga bisa mengarahkan mereka demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya berharap.

Pengurus baru PSSI rencananya akan ditentukan dalam kongres yang akan digelar pada 10 November 2016 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Kalau ingin bibit berbakat ini tidak pergi ke negara lain, tentu para pemangku kepentingan tidak boleh berpaling.

Sudah ada pengalaman sebelumnya yaitu Radja Nainggolan. Dulu sang ayah berkali-kali memberi tahu PSSI kalau ada bakat berdarah Indonesia di Negeri Italia. Tapi tak digubris hingga akhirnya menjadi warga negara Belgia.

Apakah kita mau sekali lagi kehilangan seorang anak bangsa yang bisa membuat negara bangga? Masyarakat hanya bisa berharap, penentu keputusan kembali ke PSSI dan juga Kementrian Pemuda dan Olahraga. (Viva)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY