Lebih dari 10 pelatih melamar menjadi juru taktik Sriwijaya FC, menggantikan Osvaldo Lessa.

Mereka ada yang mengirimkan lamaran secara langsung, tapi ada juga yang melalui perantara agen.

“Sepuluh pelatih minat jadi pelatih Sriwijaya FC. Lokal dan asing. Untuk lokal ada sekitar empat pelamar, sisanya asing,” ungkap Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris, kemarin. Namun sayang dia engan menjelaskan nama-nama pelatih dimaksud.

Dijelaskan pria yang menekuni usaha travel ini, untuk saat ini pihaknya belum tertarik memakai jasa mereka.

Manajemen masih ingin memberikan kepercayaan kepada Hartono Ruslan yang telah ditunjuk sebagai pelatih caretaker.

Kepada Hartono, manajemen akan melihat perkembangannya di tiga pertandingan awal. Ketika menjamu Perseru Serui (3/7), melawan Arema FC (7/7), dan kontra PS TNI (14/7).

Dalam tiga pertandingan ini, Haris menjelaskan, manajemen Sriwijaya FC berharap tidak sampai telan kekalahan.

Tiga laga ini minimal dapat tujuh angka. Rinciannya menang saat menjamu Perseru dan PS TNI kemudian imbang melawan Arema FC. Jika skenario ini jalan, mereka minta Sriwijaya FC bisa finish di papan atas di akhir putaran pertama.

“Kami berharap pelatih Sriwijaya FC nanti diisi pelatih lokal. Jika Pak Hartono bisa mengangkat penampilan tim, kami tentu akan mempertimbangkannya. Bisa saja dia naik jadi pelatih kepala. Ini karena dia nilai plus dia sudah tahu luar dalam tim,” ungkapnya.

Pertimbangan memakai pelatih lokal ada baiknya bagi Sriwijaya FC. Ini jika melihat perjalanan tim ini sejak 2005.

Hanya pelatih lokal yang mampu memberikan trofi juara di kompetisi dan turnamen resmi federasi. Rahmad Darmawan dan Kas Hartadi.

Sementara pelatih asing lebih banyak merana ketimbang berprestasi. Teranyar adalah melorotnya peringkat Sriwijaya FC hingga ke posisi 13 klasemen di pekan 11, saat Yu Hyun Koo dkk diasuh pelatih asing, Osvaldo Lessa. (Jpnn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY