Arema FC mengajukan penjadwalan ulang laga mereka di pekan ke sepuluh dalam laga lanjutan Liga-1 nanti.

Pasalnya, banyak pemain utama mereka dipanggil untuk memperkuat timnas dalam FIFA Matchday selama Juni nanti.

Selain Arema FC, kekuatan Bali United juga bakal tereduksi karena sebagian besar pemain mereka dipanggil timnas.

Timnas Indonesia akan menjalani dua pertandingan internasional selama bulan depan. Masing-masing dengan melawat ke markas Kamboja pada 8 Juni dan menantang timnas Puerto Rico di Stadion Maguwohrajo Sleman, 13 Juni nanti.

Padahal, di antara waktu tersebut, Arema akan menjamu Perseru Serui pada 10 Juni, sementara Bali United menjamu Bhayangkara FC pada 9 Juni.

Nah, parahnya, PSSI sebagai otoritas tertinggi sepak bola tanah air, tidak meliburkan kompetisi Liga -1 meski FIFA matchday sedang berjalan.

Kondisi tersebut membuat manajemen dari Arema dan Bali United terlihat kalut karena harus memutar otak lebih keras untuk mencari solusi terkait problem yang sedang mereka hadapi.

“Pada prinsipnya kami mendukung timnas. Tapi, dengan melihat kondisi yang ada, kami sepertinya harus melakukan kajian lebih dalam lagi. Bahkan, harus berdiskusi lagi dengan tim pelatih terkait masalah ini,” kata Ruddy Widodo, General Manager Arema FC, tadi malam.

“Kalau bisa, kami meminta untuk ada penjadwalan ulang agar laga kami di 10 Juni nanti diundur,” jelasnya.

Ruddy beralasan bahwa, para pemain mereka yang dipanggil ke Timnas tersebut, selain jumlahnya yang sangat banyak, juga terdiri dari pemain pemain hebat yang mereka butuhkan dalam setiap pertandingan.

“Mereka adalah pemain pemain inti yang kehadiran mereka sangat penting dalam tim,” jelasnya.

Memang, dari total 22 pemain yang dipanggil oleh Luis Milla, tujuh di antaranya berasal dari Arema dan Bali United.

Arema menyumbangkan tiga pemain, masing-masing adalah kiper utama Kurnia Meiga, serta dua pemain muda, Bagas Adi Nugroho yang berposisi sebagai bek dan Hanif Sjahbandi di posisi tengah.

Bali United bahkan jauh lebih banyak, karena hampir separuh kekuatan mereka dipanggil ke timnas. Mereka adalah Irfan Bachdim, Rikcky Fajrin, Miftahul Hamdi dan Yabes Roni.

Jumlah yang sangat banyak tersebut membuat manajemen Laskar Tridatu seperti kehilangan kata – kata. “Saya tidak mau bicara dulu soal ini,” kata CEO Bali United, Yabes Tanuri.

Wakil Direktur Timnas PSSI, Fanny Riawan juga mengakui bahwa mereka kesulitan mencari solusi alternatif bagi masalah yang dialami oleh para tim tersebut. Karena mereka juga pahami masalah yang sedang dialami oleh para tim yang pemainnya yang dipanggil ke timnas.

“Kami mendiskusikan masalah ini dengan klub,” timpal Fanny. (JPNN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY