Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau lebih dikenal dengan sapaan Ahok, membeberkan alasan yang membuat pihaknya batal mengakuisisi Persija Jakarta.

Pada tahun lalu, sempat ada rencana dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengambil alih saham Persija, melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bernama PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Upaya itu dilakukan pihak Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi kesulitan dana yang dialami Persija.

Namun sejauh ini, rencana tersebut belum terealisasi. Mayoritas saham Persija masih dikuasai PT Persija Jaya Jakarta yang dipimpin oleh Ferry Paulus.

Terkait rencana pengambil alihan Persija, Ahok pun memberikan penjelasan secara rinci.

“Kami sudah mau ambil alih kan kemarin. Namun, BUMD enggak bisa merealisasikannya dan bagi kami terlalu mahal. Makanya kami batalkan,” kata Ahok saat berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com, di Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

“Kami sudah pernah pelajari hal itu, dan menugaskan PT Jakpro untuk mengambil alih Persija,” tutur pria berusia 50 tahun tersebut.

Selain karena harga penjualan Persija yang dinilai terlampau mahal, Ahok pun merasa utang klub berjulukan Macan Kemayoran itu terlalu banyak.

“Mereka jualnya terlalu mahal dan ada utang. Seharusnya, kalau sudah ada utang, mereka jangan ambil untung lagi dong. Sebenarnya kami tinggal masuk saja dan suntik dana,” ucap Ahok menegaskan.

Meski demikian, Ahok tetap menaruh perhatian besar terhadap Persija. Ia mengaku siap membantu klub dengan cara lain, seperti menyiapkan lapangan.

Berdasarkan berita Kompas.com pada Januari 2015, awalnya PT Jakpro berniat membeli saham Persija sebesar 20 persen.

Akan tetapi, manajemen Persija menawarkan harga saham yang fantastis yakni mencapai miliaran rupiah. (Kompas)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY