Pelatih Persela Lamongan Aji Santoso menilai keputusan komisi disiplin (Komdis) Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 yang menjatuhkan sanksi larangan mendampingi tim di satu laga tidak adil.

Komdis ISC menganggap Aji telah menghina wasit Wendy Umar Senoaji saat dijamu Perseru Serui pada 17 Oktober lalu. Keputusan tersebut membuat Aji tidak bisa mendampingi tim saat menjamu PS TNI, Minggu (30/10), di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Selain itu, Aji juga dijatuhi sanksi denda Rp10 juta, karena dianggap melanggar pasal 47 ayat (1) huruf a kode disiplin ISC. Sanksi Komdis ini tidak bisa dibanding. Aji pun menilai keputusan Komdis tidak adil, karena tak memberlakukan hukuman kepada Perseru.

Aji mengungkapkan, salah satu oknum pengurus Perseru melakukan intimidasi kepada wasit beberapa menit setelah babak pertama usai. Oknum tersebut mendorong dan menendangi kaki wasit sambil mengeluarkan ancaman bila Perseru kalah di laga itu.

“Harusnya mereka [Komdis] lebih bijak mengambil keputusan. Pengawas pertandingan dan manager venue [Surya Simorangkir] jelas-jelas mengetahui kejadian intimidasi kepada wasit itu,” ujar Aji dikutip laman resmi klub.

“Mengapa tidak dilaporkan? Mengapa Perseru Serui tidak dijatuhi sanksi? Kenapa hanya saya saja yang memprotes keputusan wasit yang justru dijatuhi sanksi? Kalau mereka mau adil, dan bekerja dengan hati, harusnya itu dilaporkan.”

“Kalau tidak boleh melakukan banding, terus bagaimana caranya kita mau mencari keadilan? Mau tidak mau harus saya terima. Tapi saya menyayangkan ketidakadilan itu, karena tidak sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya di lapangan.”

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY