Pelatih Persela Lamongan Aji Santoso mengkritik kepemimpinan wasit Moch Adung ketika tim besutannya dikalahkan Arema Cronus dengan skor telak 3-0 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/11) malam WIB.

Menurut Aji, operator kompetisi, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) hanya melakukan hukuman kepada pelatih yang melakukan protes. Namun, ironisnya mereka tidak melakukan perbaikan terhadap wasit.

“Saya tidak menyesal atas kekalahan ini, karena para pemain sudah menjalankan taktik tim secara keseluruhan. Kalau mau fair, di menit awal kami mendapatkan penalti, karena pelanggaran yang terjadi dilakukan di kotak penalti, yang akhirnya diprotes Choi [Hyun Yoen], dan dia mendapatkan kartu kuning dari wasit,” beber mantan pemain Arema ini.

“Sayang sekali pertandingan yang menarik tidak ditunjang dengan kualitas wasit memadai, termasuk Dendi [Sulistyawan] yang tidak melakukan apa-apa, tiba-tiba mendapatkan kartu kuning. Tidak Persela saja, melainkan Milo [Milomir Seslija] tadi juga bilang kepada saya jika wasit buruk dalam mengambil keputusan krusial.”

“Jangan hanya pelatih saja yang diskors gara-gara berkomentar soal wasit, namun tidak ada perbaikan soal wasit. Semua harus imbang, karena pelatih mengutarakan apa yang dilihat, tetapi wasit sendiri tidak ada perbaikan.”

Meski demikian, Aji menilai kekalahan atas Arema bukan disebabkan wasit yang membuat mental pemain Persela terganggu, melainkan keunggulan skill penggawa Singo Edan.

“Kekalahan kami atas Arema bukan karena wasit, tetapi karena mereka memang bermain bagus. Sampai menit ke-30 anak-anak bermain dengan sangat disiplin sesuai yang kami lakukan pada latihan, dan pemain Arema terlihat kesulitan. Kami hanya lengah sedikit saja,” ucap Aji.

“Jujur, gol pertama di luar perkiraan, karena Gonzales dibiarkan, dan menyambut umpan silang. Sedangkan gol kedua 50-50, dan gol ketiga karena kesalahan kami. Kami tahu kualitas Arema ada di atas Persela, dan kami akui itu. Tapi, kami mampu membuat mereka kesulitan.”

Sementara itu, Dendi mengatakan, para pemain sudah bekerja dengan sangat keras demi mendapatkan angka. Sayangnya, hasil akhir tidak berpihak kepada Laskar Joko Tingkir. Menurut Dendi, hasil ini sudah hasil maksimal.

“Kami sudah bermain sebaik mungkin, dan mencoba menampilkan permainan yang menghibur. Secara kualitas, permainan Arema ada di atas rata-rata, tetapi ini mungkin hasil yang terbaik buat Persela. Pemain Arema di belakang ada orang berpengalaman, seperti Hamka [Hamzah], [Johan] Farizi, sehingga susah ditembus,” tuturnya. (Goal)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY