Sebuah terobosan dilakukan oleh PSSI di bursa transfer paruh musim 2017 ini. Federasi sepakbola di Indonesia itu kini menggunakan sistem online dalam pengurusan alih status pemain di Liga 1 dan Liga 2.

Dalam siaran pers-nya, Selasa (18/7/2017), PSSI mulai melirik infrastruktur berbasis teknologi untuk menghadapi tantangan akan transparansi dalam pengelolaan sepakbola yang profesional. Selain otomasi proses alih status, sistem online ini juga akan membantu proses pendaftaran pemain di putaran kedua Liga 1 dan Liga 2 musim 2017.

Sistem online ini sudah mulai aktif sejak 16 Juli 2017. Sistem itu akan digunakan sebagai alat dalam melakukan proses pendaftaran pemain Liga 1 dari 31 Juli hingga 18 Agustus 2017 dan Liga 2 dari 16 Juli hingga 5 Agustus 2017.

“Melalui sistem online alih status pemain, PSSI berkomitmen untuk mengedepankan transparansi serta efisiensi kerja dalam organisasi. Desain besar dari sistem ini tidak lari dari FIFA standar untuk implementasi teknologi, yang kemudian telah PSSI tailor-made dengan kebutuhan Indonesia,” ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha.

PSSI sendiri berharap proses kerja alih status dapat berjalan dengan efisien dan akuntabel dengan adanya sistem online ini. Sistem itu juga akan mempermudah anggota PSSI, klub dan asosiasi provinsi dalam menjalankan prosedur alih status.

Di lain pihak, PSSI dapat bekerja lebih cepat untuk melakukan proses monitoring dan validasi. Sebab, mereka bisa terbantu melalui fitur rekam data. (Bolanet)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY