Dua kali melakukan laga uji coba di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kapten Persib Bandung Atep mulai memahami struktur tanah dan rumput di stadion tersebut.

Menurut Atep, rumput di Stadion GBLA itu tidak baik, setelah dipakai untuk acara penutupan PON XIX/2016 lalu. Saat menghadapi Persika Karawang, Maung Bandung menang telak 7-0 dan kalah dari Bali United 1-2. dari dua laga uji coba itu, Atep langsung mengeluh soal kondisi stadion tersebut.

Bukan hanya dirinya, Atep juga mengakui rekan-rekan timnya juga mulai mengeluh soal rumput GBLA. “Kan baru diperbaiki jadi belum rata rumputnya. Tanahnya juga masih gembur, membutuhkan tenaga lebih. Jadi cepat lelah,” bebernya.

”Kalau dari segi kondisi lapangan sih saya lebih condong ke Si Jalak Harupat,” sambungnya. Namun, mengingat laga melawan Arema sudah diputuskan di GBLA, Atep tetap menghormatinya. Ia bahkan menyambut positif keputusan itu. ”Untuk atmosfer penonton bagus di GBLA. Karena daya tampungnya lebih besar. Bobotoh yang datang pun akan lebih banyak,” pungkas Atep.

Sebelumnya, PB PON XIX/2016 Jawa Barat bertanggungjawab melakukan rehabilitasi rumput GBLA meski diklaim telah selesai namun masih tampak kurang sempurna.‎ Pengerjaan rumput dilakukan oleh tim pelaksana rumput GBLA yang berakhir pada Februari lalu.

Selanjutnya GBLA keseluruhan dikembalikan kewenangannya kepada Pemerintah Kota Bandung sebagai pemilik stadion.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY