Bos Sragen United, Indika Wijaya Kusuma akhirnya buka suara terkait tunggakan dua bulan gaji pemain yang belum terbayar. Seperti diketahui, masalah tunggakan gaji mewarnai kiprah salah satu klub kontestan Liga 2 2017 itu walau kompetisi belum berjalan setengan putaran.Kali terakhir pemain menerima gaji setelah melawan PSIS Semarang, atau 4 Mei 2017 dan tidak dibayarkan secara penuh. Seluruh pemain hingga ofisial resah terlebih akhir pekan ini merayakan Hari Idul Fitri.

“Memang kondisi sekarang seperti itu. Kami mengalami masalah dalam hal keuangan,” ungkap Dika, Kamis (22/6/2017).

Dika menjelaskan, problem finansial yang menerpa Laskar Gajah Purba tak lepas dari batalnya sejumlah sponsor yang ingin merapat. Padahal, beberapa sponsor kelas kakap diklaimnya sudah menemui kesepakatan secara lisan, namun pada perjalanannya semuanya meleset.

Hal tersebut membuat persiapan tim menghadapi kompetisi sempat kalang-kabut. Beberapa pemain bintang yang sudah direkomendasi tim pelatih pun ikut hengkang. Masalah akhirnya berlanjut hingga belum terbayarnya gaji pemain dan ofisial selama dua bulan terakhir.

Pria 30 tahun itu juga tak bisa berbuat banyak terkait ancaman mundurnya para pemain. ”Kalau pemain memang ingin mengundurkan diri, ya, bagaimana lagi. Kondisi klub memang seperti ini,” tuturnya.

Meski demikian, Dika menampik jika dirinya melepas tanggung jawab. Sebab pihaknya saat ini sedang berusaha keras mencari anggaran talangan untuk pembayaran gaji pemain.

Dirinya optimistis sebelum lanjutan kompetisi Liga 2 2017 bergulir, seluruh hak pemain dan ofisial Sragen United akan dilunasi.”Kami terus berusaha mencari jalan keluar agar seluruh gaji terbayarkan. Saat ini sedang proses komunikasi dengan beberapa pihak untuk memberikan dana talangan,” ujar Indika Wijaya Kusuma. (Bolacom)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY