Pesepak bola Diego Michiels kembali menjadi tersangka kasus penganiayaan. Diego sempat ditahan 24 jam bersama tahanan kasus ledakan bom Gereja Oikumene Samarinda di Mapolresta Samarinda, Kalimantan Timur.

Pemain Pusamania Borneo FC itu diduga menanduk kepala seorang pekerja tempat hiburan malam di Samarinda, Rabu (16/11/2016) dini hari. Ia ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Sehari kemudian, Kamis (17/11/2016), Diego bisa bebas setelah kasusnya tidak dilanjutkan seusai kedua belah pihak menempuh jalan damai.

Karena Diego dinyatakan bebas, rekan-rekan satu timnya menjemput bek sayap tersebut di Mapolresta Samarinda.

Kepala Unit Jatantras Polresta Samarinda Iptu Yusuf mengatakan, korban penganiayaan oleh Diego merupakan manajer sebuah tempat hiburan malam di Samarinda.

Setelah damai, pelapor mencabut laporannya dan polisi pun mencabut status tersangka Diego.

“Jadi sudah tidak ada lagi konflik di belakang hari, tidak ada lagi tuntutan, sehingga kasusnya kami anggap dari kepolisian sudah selesai, dan Diego sudah bisa dikeluarkan,” kata Yusuf, Kamis.

Selama berada di Mapolresta Samarinda, Diego enggan menemui wartawan. Dia menutup diri di ruang pemeriksaan dan berpesan kepada petugas kepolisian untuk tidak dipertemukan dengan media.

Pada November 2012, Diego juga pernah melakukan penganiayaan setelah bersenggolan dengan pria yang tak dikenalnya di sebuah kelab malam di Senayan, Jakarta Selatan.

Dia dijebloskan ke dalam penjara sehingga gagal memperkuat timnas Indonesia pada Piala AFF 2012. Diego baru bebas pada Maret 2013. (Kompas)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY