Madura United mengeluhkan kinerja wasit Adi Riyanto yang memimpin pertandingan lawan Borneo FC, Selasa (4/7) sore di Stadion Segiri, Samarinda. Wasit asal Kendal ini dinilai mengeluarkan banyak keputusan yang merugikan Laskar Sape Kerrab.

Madura United kalah 0-3 di tangan Borneo FC. Ini adalah kekalahan terbesar yang diderita anak asuh Gomes de Olivera sepanjang kompetisi Liga 1 2017. Menurut Manajer Madura United Haruna Soemitro, dua gol Borneo FC berbau kontroversi.

Menurut Haruna, gol pertama Borneo FC yang dicetak Flavio Beck Junior lewat tendangan bebas dari sepertiga lapangan, merupakan kesalahan antisipasi kiper Madura United Herry Prasetyo. Gol kedua Flavio dari eksekusi penalti menit ke-46 yang menjadi soal.

Haruna mempertanyakan keputusan wasit Adi Riyanto yang memberi hadiah penalti untuk timnya. “Itu Terens (Puhiri) menjatuhkan diri,” sebut Haruna. Bukan hanya gol kedua, Madura United juga menyoal gol ketiga yang diceploskan Shane Smeltz. “Gol ketiga mutlak offside,” tutur pria asal Surabaya itu.

Mantan Ketua PSSI Jawa Timur (Jatim) ini menambahkan, Madura United seharusnya mencetak tiga gol di Samarinda. “Dua kali mutlak penalti. Yang satu bahkan jelas-jelas di depan wasit saat (Kunihiro) Yamashita menahan bola dengan tangan,” ungkap Haruna.

Selain itu, ada satu gol Slamet (Nur Cahyono) yang dianulir. Menurut Haruna, gol itu murni dan sah karena Slamet muncul dari belakang dan mendapat umpan heading dari Fabiano (Beltrame). Tapi wasit Adi Riyanto memiliki pendapat lain. (Jawapos)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY