Sekretaris Jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Heru Nugroho menanggapi komentar pedas Manajer Persib Umuh Muchtar terkait Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) Michael Essien dan Carlton Cole.

Dalam pernyataan yang diterima Pikiran Rakyat, Rabu 19 April 2017 malam di Bandung, Heru menepis anggapan kalau BOPI menghambat terbitnya Kitas pemain Persib.

”Ngawur kalau dibilang BOPI menghambat Kitas pemain Persib. Persib baru mengajukan permohonan Kamis (13 April 2017) malam. Jumat (14 April 2017) libur nasional. Jadi, (permohonannya) baru diproses Senin (17 April 2017), dan Selasa (18 April 2017) sudah ditandatangan untuk siap dikirim,” ujarnya.

Bersamaan dengan pernyataan itu, Heru juga melampirkan bukti foto yang menunjukkan tanggal surat permohonan yang dikirim manajemen Persib.

Dalam bukti tampak bahwa manajemen Persib mengirim surel pada Kamis 13 April 2017 malam tepatnya pukul 20.49.

Tanggapan Heru muncul karena sebelumnya, Umuh menyatakan bahwa sikap BOPI yang belum menerbitkan rekomendasi terhadap para pemain asing peserta Liga 1 2017‎ mengundang kemarahan klub.

Umuh pun berniat melaporkan kinerja BOPI kepada Presiden untuk dikaji. Menurut Umuh, sikap BOPI yang mempersulit persyaratan agar pemain asing bisa bermain menunjukkan sikap yang tak mendukung kemajuan sepak bola di Indonesia.

“Kalau minta rekomendasi ke BOPI dipersulit. Saya kira cukup ke PSSI. Sebaiknya BOPI dilaporkan saja ke presiden. Nantinya dikaji apakah BOPI diteruskan atau dibubarkan. Karena ini sudah menghambat sekali proses legalitas pemain asing,” kata Umuh saat ziarah ke makam Soeratin di TPU Sirnaraga dalam memperingati hari jadi PSSI, Rabu 19 April 2017.

Polemik ketidaklengkapan dokumen Michael Essien dan Carlton Cole sebagai pekerja asing pun membuat kedua pemain impor supermahal itu kemungkinan absen. Keduanya diragukan bisa tampil saat Persib bertamu ke markas PS TNI, Sabtu 22 April 2017.

Akan tetapi, Persib masih memiliki deretan pemain lain untuk bermain di posisi Essien dan Cole. Apalagi, ada pertimbangan kalau kondisi stamina keduanya belum terlalu prima untuk dimainkan. (Pikiran Rakyat)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY