Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman‎ meminta kepada Panitia Penyelenggara (Panpel) kandang Bali United agar diberikan official training pada malam hari, mengingat laga kedelapan Liga 1 2017 nanti sudah memasuki bulan puasa.

Djanur, panggilannya, berharap permintaannya ini bisa dipenuhi oleh Panpel. Sebab, dia ingin agar anak didiknya bisa lebih dulu beradaptasi dengan suasana di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali saat malam hari, guna menghadapi tuan rumah pada Rabu (31/5).

‎”Yang pasti untuk menghadapi Bali kita meminta itu official trainingnya di malam hari, itu sebagai persiapan latihan di malam hari untuk pertandingan terdekat saat official training‎,” kata Djanur belum lama ini.

Memasuki awal bulan ramadan ini, Djanur tidak serta-merta memberikan liburan kepada anak didiknya begitu saja. Dia tetap membekali Atep dkk dengan pekerjaan rumah untuk menjaga kondisi kebugarannya.

Djanur menghentikan sementara aktivitas latihan rutin‎ pada Jumat (26/5) dan Sabtu (27/5), mengingat mayoritas personel Maung Bandung beragama Islam.

Hanya saja, dia menegaskan kendati hanya latihan terpisah, namun kondisi fisik para pemain jangan sampai menurun saat kembali bergabung Minggu (28/5) nanti.

“Sebetulnya tidak libur, tapi saya kasih training, peer (pekerjaan rumah),‎ karena kalau sampai dua hari libur khawatir ada penurunan kondisi fisik,” ujarnya.

Djanur melanjutkan, saat kembali bergabung ketika memasuki bulan ramadan nanti, skuat Maung Bandung harus menggeber lagi persiapan dengan latihan yang serius. Sebab, dia ingin Persib bisa memertahankan rekor tak terlakahkan di Liga 1 2017 ini saat bertandang ke markas Bali United nanti.

“Sudah dikasih peer meski tidak latihan sama-sama sebagian harus mempersiapkan hari pertama bulan puasa,‎” tandasnya. (Inilah)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY