Mantan penyerang Tim Nasional (Timnas) Inggris, Carlton Cole, hanya menjadi penghias bangku cadangan ketika Persib Bandung mengalahkan Gresik United dengan skor 1-0, Rabu (3/5) malam di Stadion Petrokimia. Pelatih Persi,  Djadjang Nurdjaman menjelaskan alasannya tak menurunkan Cole.

Djadjang lebih memilih Tantan sebagai penyerang utama. Sedangkan Febri Hariyadi dan Atep berada di sisi kanan dan kiri. Ketika Tantan ditarik keluar pada menit ke-80, Djadjang tak memilih Cole. Ia justru menurunkan pemain asal Jepang, Shohei Matsunaga.

“Sampai dengan saat ini saya belum berani memasang cole. Apalagi dalam cuaca seperti di Gresik saat ini. Pasti dia kesulitan sedangkan kondisinya belum fit,” jelas Djadjang dalam keterangan pers usai pertandingan.

Menurut pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut, Persib memang memiliki dua stok striker murni. Yaitu Cole dan Sergio van Dijk. Namun kedua nama ini diklaim sama-sama tak dalam kondisi terbaik.

“Ya kami memiliki dua striker murni, Cole dan Sergio. (Sedangkan) Sergio belum pulih. Jadi terpaksa kami memainkan Tantan dan Matsunaga. Karena itu saja pilihannya. (Sebab) dua striker murninya belum bisa diturunkan,” ujar Djadjang.

Djanur juga menanggapi regulasi U-23. Meski sudah menemukan solusi untuk regulasi ini, namun aturan dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) itu memaksa Persib memiliki bangku pemain cadangan “termahal” di sepakbola Indonesia.

“Pemain kami inti semua. Orang bilang pemain bench kami paling mahal di Indonesia. Ada Essien, Cole, Hariono, Tony, dan Matsunaga. Semua pemain inti sebetulnya. Tapi yang diturunkan juga pemain inti. Ini adalah susunan terbaik dengan adanya regulasi yang mengharuskan memainkan tiga pemain U-23,” tutup Djanur. (Jawapos)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY