Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendorong bergulirnya kompetisi sepak bola wanita di Indonesia. Mereka juga siap mendukung dan akan menyiapkan anggaran untuk hal itu.

Sepak bola wanita di Indonesia memang belum cukup tenar. Terlebih tak ada kompetisi resmi. Hingga saat ini, sepak bola wanita hanya mengenal turnamen, kendati potensi di Tanah Air memang cukup besar.

“Tahun depan kompetisi sepak bola wanita harus jalan. Akan kami anggarkan,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di seperti dikutip dari Antaranews, Selasa (25/10/2016).

“Potensinya memang besar. Makanya jangan dianaktirikan. Saya sudah melihat secara langsung potensi sepak bola wanita. Seperti di Universitas Negeri Padang. Mereka sangat antusias untuk mengembangkan olahraga masyarakat ini,” imbuh Menpora.

Turnamen sepak bola wanita sendiri bakal tersaji akhir tahun ini. Sebuah turnamen bertajuk Bengawan Cup II bakal digelar di Stadion Sriwedari Solo, 25 hingga 31 Desember 2016 mendatang.

Pada turnamen Bengawan Cup II akan mempertemukan empat tim yaitu juara bertahan Putri Mataram Yogyakarta, tuan rumah Putri Surakarta, Garda Siliwangi FC Sukabumi dan tim baru Kartini Persijap Jepara. Ke depan diharapkan banyak muncul tim baru seperti dari Jember maupun Kediri.

Sebelum Bengawan Cup, ada beberapa turnamen sepak bola wanita yang pernah digelar di antaranya di Yogyakarta, Jember dan Kediri. Meski pesertanya belum banyak, namun keberadaannya menunjukkan niat untuk mengembangkan sepak bola wanita di Indonesia sangat tinggi. (solopos)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY