Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah menggelar sidang perdana di kantor PSSI, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Sesuai hasil rapat, Komdis yang diketuai Asep Edwin, menjatuhkan sanksi berupa denda kepada Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.

Persib dan Persebaya dijatuhi sanksi berupa denda Rp 20 juta karena adanya flare saat berlangsungnya laga kandang kedua tim pada pekan pertama Liga 1 dan Liga 2.

Panpel Maung Bandung gagal mencegah adanya penyalaan flare saat Persib bermain imbang 0-0 dengan Arema FC pada laga perdana Liga 1 2017 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, 15 April 2017. Hal serupa juga terjadi saat Persebaya bermain imbang 1-1 dengan Madiun Putra pada laga pembuka Grup 5 Liga 2 2017, 20 April.

Selain itu, rapat Komdis PSSI yang dihadiri oleh seluruh personel Komdis PSSI juga mengeluarkan tiga putusan lain. Mulai dari sanksi empat pertandingan untuk striker PSM Makassar, Ferdinand Sinaga karena memukul striker Persela Lamongan, Ivan Carlos, sanksi denda Rp 10 juta untuk panpel PSS Sleman, dan denda Rp 10 juta untuk panpel Persip Pekalongan.

Sementara itu, Komdis PSSI masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aksi pelemparan batu yang dilakukan oknum suporter Persegres Gresik United ke bus pemain Semen Padang setelah pertandingan di Stadion Petrokimia, Gresik pada 21 April.

Rencananya, Komdis PSSI akan memanggil panpel Tim Laskar Joko Samudro, manajer Semen Padang, Win Bernardino dan perangkat pertandingan pada Kamis (4/5/2017).

Berikut hasil sidang perdana Komisi Disiplin PSSI pada Jumat (28/4/2017):

1. Ferdinand Sinaga (PSM) disanksi skorsing 4 pertandingan dan denda 10 juta (putusan sela)
2. Panpel PSS didenda 10 juta
3. Panpel persip Pekalongan didenda 10 JT
4. Panpel Persebaya didenda 20 juta.
5. Panpel Persegres, manager semen Padang dan PP akan dipanggil hari Kamis, 4 April 2017 jam 16.00 WIB.
6. Panpel Persib disanksi denda 20 juta. (bolacom)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY