Presiden Madura United FC Achsanul Qosasi mengaku heran dan hanya bisa pasrah dengan alasan suporter Madura yang mengancam boikot pertandingan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab.

Sebab ancaman boikot oleh salah satu kelompok suporter Madura, karena alasan solidaritas terhadap Persebaya Surabaya. Bukan karena persoalan dalam tubuh tim yang dimilikinya. “Kami tidak bisa ngomong (bicara) apa-apa lagi,” kata Achsanul Qosasi, Minggu (13/11/2016).

“Ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan klub dan permainan Madura United. Kalau mereka mau begitu (boikot), kami harus bicara apa. Jika tim ribut atau pelatih gak benar, ya kami terima. Tapi ini (di luar persoalan Madura United),” ungkapnya.

Persoalan tersebut terjadi karena adanya informasi tidak utuh yang diterima para Bonek (suporter Persebaya), sehingga mengakibatkan miskomunikasi. “Yang mengabarkan juga tidak paham maksud dari Haruna (Sumitro) dan teman-teman di saat kongres,” imbuhnya.

“Kami sudah mendapat konfirmasi dari dia (Haruna), justru ia melindungi Persebaya. Tidak mungkin lah Haruna mau begitu, melihat masa lalu ia bersama Persebaya,” sambung pria yang akrab disapa AQ.

Apalagi saat kongres memang sengaja dilakukan untuk memilih dan menetapkan kepengurusan baru, sehingga pembahasan terkait pengesahan sejumlah klub ditunda. “Kalau diputuskan saat kongres kemarin, kami khawatir Persebaya akan masuk sebagai peserta baru, ini akan semakin ricuh,” jelasnya.

“Kalau ada pendaftaran klub baru, berarti Persebaya akan masuk Liga Nusantara dan ini jelas merugikan. Tapi jika diputuskan oleh pengurus baru, maka akan aman. Itu yang sebenarnya terjadi,” beber Achsanul.

Namun informasi yang diterima kalangan Bonek justru tidak disampaikan secara luas dan jelas, terkesan Haruna Sumitro yang menjadi penghambat. “Coba dipikirkan dulu apa maksud penyampaian Haruna, meski sebenarnya tidak perlu kita press rilis segala macam,” sambung AQ.

“Memang kondisi saat ini sedang panas, kami pikir jika press rilis bisa lebih banyak mudharatnya. Tapi kita sudah jelaskan kepada Presiden K-Conk (suporter Madura United) soal kejadian di kongres itu,” jelasnya.

Penundaan pengesahan tersebut bisa merugikan sejumlah klub, termasuk Madura United FC. “Justru jika dibahas saat itu, akan memakan waktu panjang dan memunculkan perdebatan sengit, bisa jadi tidak menguntungkan termasuk Persebaya. Agenda kemarin intinya pemilihan ketua, wakil dan exco,” tegasnya.

Disinggung soal boikot dari dua elemen suporter Madura, K-Conk Mania dan Laskar Trunojoyo. Pihaknya sangat menyayangkan dan hanya bisa pasrah. “Sangat disayangkan jika boikot, karena juga merugikan kita di mata sponsor. Apalagi hanya salah paham,” sesalnya.

“Justru jika mogok masih bisa dinegosiasi, tapi jika boikot itu kan mengajak pihak lain untuk tidak ikut juga. Kalau sama-sama kecewa, mending kami di sanksi tanpa penonton sekalian dari pada boikot,” pungkasnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY