Persik Kediri mempertontonkan dua wajah berbeda di Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016. Begitu tangguh di babak penyisihan, namun rapuh di babak 16 besar. Alhasil, peluang pasukan Kas Hartadi lolos ke babak delapan besar pun sangat berat.Kekalahan 4-3 dari Perserang Serang akhir pekan lalu menjadi bukti bahwa tim berjuluk Macan Putih kehilangan sentuhan terbaiknya. Persik baru mengoleksi empat poin dari empat laga penyisihan Grup C babak 16 besar. Tertinggal empat angka dari Perserang dan Martapura FC yang masing-masing memetik delapan angka. Masih tersisa dua laga, namun butuh keberuntungan luar biasa untuk lolos dari fase ini.

Persik Kediri mengawali ISC B dengan kepercayaan diri tinggi dan tidak pernah merasakan kekalahan, baik kandang maupun tandang. Melihat performa di babak penyisihan, tak berlebihan jika Persik dianggap sebagai salah satu kandidat juara kompetisi kasta kedua.

Namun, prediksi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Menjalani babak 16 besar, seakan-akan tim kebanggaan Persikmania bukan tim di babak sebelumnya. Langkah Macan Putih menjadi sangat berat dan tidak kelihatan mental untuk menjadi juara.

Imbang lawan Perserang di awal 16 besar, disusul kekalahan di kandang Martapura FC. Bukti bahwa Persik berbeda di babak ini adalah ketika susah payah mengalahkan Celebest FC 1-0 di laga ketiga. Padahal tim asal Palu tersebut merupakan tim terlemah di grup.

Saat kemenangan harusnya menjadi menu wajib, tim asuhan Kas Hartadi malah kalah di kandang Perserang. Peluang lolos dari grup ini pun semakin mungil dan butuh keajaiban meski Kas Hartadi masih menyimpan optimisme bisa melaju.

“Sebelumnya saya sudah memprediksi persaingan di babak 16 besar akan berat dan sangat berbeda dengan babak penyisihan. Peluang untuk lolos memang kecil, tapi bukan berarti tertutup. Jika bisa menang di dua laga terakhir, kita lihat saja bagaimana nanti,” terang Kas Hartadi.

Soal progres tim, eks pelatih Sriwijaya FC ini tak melihat ada yang janggal atau penurunan performa secara drastis. Kas lebih menyebut bobot lawan di babak 16 besar memang sangat kompetitif dan membuat tim asuhannya terkejut.

“Ada kesan pemain tidak menyangka dengan kualitas lawan yang dihadapi. Situasi ini memang sulit bagi Persik dan kami dituntut untuk menunjukkan mental terbaik. Saya berharap ada perubahan sangat positif di dua pertandingan terakhir,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY