Madura United hanya menargetkan tembus tiga besar di Liga 1 2017.
Mereka sadar, persaingan ke tangga juara sangat ketat dan berat.

Meski sudah mendatangkan pemain berstatus marquee player atau pemain bintang kelas dunia, Madura United hanya menargetkan untuk menyamai prestasi musim lalu di gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 pada Liga 1 2017 ini.

Musim lalu merupakan musim pertama bagi Laskar Sape Kerrap setelah mengakuisisi Pelita Bandung Raya pada Januari 2016.

Mereka berhasil mengunci gelar paruh musim, namun gagal mempertahankan konsistensi dan harus puas berada di peringkat ketiga klasemen akhir.

“Sesungguhnya kami tetap berpedoman pada target. Klub sudah menargetkan kepada manajemen untuk paling tidak minimal tiga besar, kalau bisa juara itu rezeki,” kata Manajer Madura United, Haruna, seperti dilansir Goal.com.

Meski begitu, mantan manajer Persebaya Surabaya tersebut mengakui situasi saat ini jelas berbeda dan sangat mungkin berubah.

Sebab, ada degradasi yang membayangi tiga tim terbawah di akhir musim nanti.

“Ini kompetisi, tentu semua tim pasti akan bersiap. Sudah saya sampaikan ke anak-anak, kompetisi ini ibarat situasi madu dan racun atau lebih ekstremnya surga dan neraka,” imbuhnya.

“Surganya juara, nerakanya degradasi. Menghadapi dua kemungkinan itu, akan kami mantapkan lagi mentalitas mereka untuk siap menghadapi kompetisi,” tegasnya.

Haruna menyebutkan marquee player mereka, Peter Osaze Odemwingie, akan segera bergabung hari Kamis (13/4/2017), karena ia sudah terbang dan hari ini seharusnya sudah tiba di Indonesia.

“Mungkin jika tidak jetlag dia akan segera bergabung bersama teman-temannya. Jetlag memang berpengaruh terhadap kondisi dia, jarak Inggris dan Indonesia selisih empat jam,” pungkasnya.

Menurut Haruna, Madura United memastikan untuk menghentikan pembelian pemain.

Manajemen mempertahankan sekitar 70 hingga 80 persen pemain lamanya benar-benar mereka ditepati. (Superball)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY