Penggunaan wasit asing mulai diterapkan di Liga 1 2017.
Operator kompetisi sepak bola nasional, PT Liga Indonesia Baru (LIB), mengatakan, pengadil lapangan impor tersebut akan mulai memimpin pertandingan di pekan ke-18, pada 4 Agustus mendatang.

Direktur Utama LIB Berlinton Siahaan menerangkan, penggunaan wasit asing merupakan salah satu jawaban dari sejumlah kekurangan penyelenggaraan Liga 1 selama ini. “Resmi, kami sudah berkoordinasi dengan PSSI (Persatuan Sepak Bola Indonesia). Pesan ketua umum, (Letnan Jenderal Edy Rahmayadi), sangat menyetujui penggunaan wasit asing ini,” kata dia, saat jumpa pers di kantor LIB, Jakarta, pada Selasa (18/7).

Berlinton menerangkan, rencananya penggunaan wasit asing hanya diterapkan pada posisi wasit tengah lapangan. Dia mengatakan itu pun tak semua pertandingan Liga 1 mendatang akan dipimpin oleh pengadil impor.

Berlinton menerangkan, LIB selama ini menjadwalkan antara tujuh sampai sembilan pertandingan dalam satu pekan. Penggunaan wasit asing nantinya hanya sebagian dari pertandingan per pekan tersebut.

“Sekitar 50 persen dari seluruh pertandingan setiap pekan nantinya dipimpin oleh wasit-wasit dari asing ini,” ujar Berinton.

Dia menambahkan koordinasi antara LIB dan PSSI memutuskan menggunakan wasit asing dari Asia dan Eropa. Artinya, ia mengatakan, penggunaan wasit-wasit asing tersebut di Liga 1 mengharuskan adanya persetujuan dari Federasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA).

Berlinton menyatakan seluruh pengadil lapangan asing tersebut harus punya lisensi perwasitan dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

Ia menerangkan alasan penggunaan wasit asing harus sampai turun ke lapangan Indonesia. Ia mengatakan penggunaan wasit asing, bukan berarti LIB dan PSSI tak lagi percaya dengan perangkat pertandingan lokal.

Namun, dia mengatakan, evaluasi menyeluruh jalannya Liga sampai dengan separuh musim berjalan menjadikan wasit sebagai salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan. Menurut dia, tidak bisa dipungkiri banyak keluhan kepada wasit selama jalannya Liga 1. Baik keluhan dari kesebelasan peserta kompetisi maupun dari masyarakat.

Bahkan, Berlinton mengakui, keluhan soal wasit tersebut, sudah memunculkan asumsi dan penilaian negatif tentang penyelenggaraan Liga 1. “Jadi untuk membuat sistem kompetisi yang lebih baik dan demi menghindari asumsi-asumsi negatif (tentang wasit), kita (LIB dan PSSI) memutuskan menggunakan wasit asing,” kata dia.

Namun, ia tegas menolak, penggunaan wasit asing tersebut, sebagai bukti untuk membenarkan asumsi negatif tentang wasit lokal. Ia mengakui, wasit-wasit lokal memiliki banyak kekurangan selama memimpin Liga 1.

Dia mencontohkan kurangnya pemahaman wasit dan ketajaman serta konsistensi dalam pengambilan keputusan. Namun demikian, tak sedikit juga wasit pemimpin Liga 1 yang punya reputasi baik selama memimpin pertandingan.

Karena itu, dia menambahkan, pelibatan wasit asing kali ini agar pengadil-pengadil lapangan dari lokal dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang kultur pertandingan sepak bola di Indonesia. “Kita tidak ingin mengatakan wasit lokal ini jelek semua. Tapi, sesuatu yang baru harus kita lakukan untuk membuat sepak bola Indonesia lebih menarik bagi masyarakat,” ujar Berlinton. (Republika)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY