Pelatih Semen Padang Nil Maizar mengaku tidak menyangka dengan pilihan Persib Bandung menerapkan strategi parkir bus demi mencuri satu poin. Nil kaget dengan menumpuknya pemain di area pertahanan Persib bikin Semen Padang cukup kesulitan.

“Saya tidak menyangka tim sekelas Persib pakai strategi parkir bus. Itu menjadi introspeksi bagi kami, bagaimana menghadapi tim-tim yang bertahan total. Kami juga harus lebih baik lagi dalam penyelesaian akhir,” ujar Nil, usai pertandingan Semen Padang vs Persib, Sabtu, 13 Mei 2017.

Dia mengklaim, Semen Padang sudah menguasai permainan sepanjang pertandingan. Kabau Sirah juga membuat banyak peluang, beberapa di antaranya bahkan merupakan peluang bersih denga probabilitas besar untuk menjadi gol.

“Anak-anak berjuang luar biasa. Mereka bisa memaksa Persi Bandung untuk bertahan dengan 7 sampai 8 pemain. Ada dua peluang bersih yang harusnya jadi gol. Tapi hasil akhirnya memang tak sesuai harapan,” ujar Nil.

Strategi parkir bus juga bikin Riko Simanjuntak kewalahan. Gelandang sayap lincah andalan Semen Padang ini mengakui, timnya kesulitan menembus benteng pertahanan berlapis Persib Bandung. Meski demikian, Riko menilai timnya sudah bermain lepas dan menikmati permainan tanpa terganggu dua kekalahan sebelumnya.

“Kami sangat menikmati permainan. Tapi memang, cukup sulit karena Persib bermain sangat bertahan dengan menumpuk banyak pemain di belakang. Bahkan Supardi (bek sayap Persib) jarang sekali naik overlap,” ujar Riko.

Hasil imbang di kandang sendiri membuat tren buruk Semen Padang yang tak pernah menang, sekaligus tak mampu bikin gol berlanjut menjadi tiga laga beruntun. Pada dua laga sebelumnya Kabau Sirah bahkan selalu kalah kalah ditekuk Bali United (0-2) dan Borneo FC (0-1). Semen Padang pun masih berkutat di papan tengah klasemen, dan berpotensi merosot papan bawah karena banyak tim lain belum melakoni pertandingan pekan keenam. (Pikiran Rakyat)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY