Sebelumnya, kita mengetahui bahwa PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Gojek Traveloka Liga 1 telah mendatangkan enam wasit asing. Salah satu wasit tersebut pun memimpin jalannya pertandingan antara PSM Makassar kontra Mitra Kukar di Stadion Andi Matalatta, pada Senin (07/08/17) lalu.

Kala itu, wasit asal Kyrgyzstan, Rysbek Shekerbekov, dibantu dua asisten wasit, Artem Skopintsev, Eldiiar Salybaev, serta Yeni Krisdianto asal Tulungagung bertindak sebagai wasit cadangan dalam pertandingan tersebut.

Pasca pertandingan, Robert Rene Alberts selaku pelatih PSM Makassar secara spontan mengatakan bahwa Liga 1 saat ini belum membutuhkan wasit asing. Dirinya bahkan menambahkan bahwa wasit yang memimpin jalannya pertandingan timnya kala itu tidaklah bagus.
Pelatih PSM Makassar, Robert Alberts, dalam konferensi pers pasca pertandingan melawan Mitra kukar.

“Saya sudah katakan sebelumnya bahwa Indonesia tidak membutuhkan wasit asing dan secara keseluruhan wasit ini tidak bagus,” ucap Robert usai pertadingan di Makassar, Senin (07/08/17) kemarin.

Robert menegaskan jika kompetisi Liga 1 sebenarnya membutuhkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) untuk menunjang kinerja wasit dalam memimpin sebuah pertandingan. Keberadaan teknologi VAR dikatakan dapat membuat wasit tidak memiliki tekanan dari klub-klub yang bertanding.

“Tapi Indonesia membutuhkan Video Assistant Referee (VAR) dan lebih lagi ke wasit-wasit Indonesia supaya mereka tidak memiliki tekananan dari klub,” tuturnya.

Sekadar informasi, terdapat empat tinjauan utama yang menjadi fokus penggunaan VAR dalam sepakbola, mulai dari kejadian gol, keputusan penalti, keputusan kartu merah, dan kesalahan identitas. Kendati demikian, tujuan penggunaan VAR memang masih banyak menuai banyak kritikan terutama dari penonton karena dinilai menjadi membingungkan.

VAR sendiri sejatinya pertama kali digunakan di A-League, sebuah kompetisi liga sepakbola kasta teratas di Australia. Hal tersebut terjadi pada 7 April 2017, saat Melbourne City berhadapan melawan Adelaide United.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY