Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan tanggapan terkait adanya protes dari pihak klub terhadap penghentian regulasi penggunaan pemain di bawah usia 23 tahun (U-23) pada Liga 1 Indonesia. Beredar pula spekulasi penghentian regulasi ini akibat adanya tekanan dari klub-klub tertentu.

Menanggapi protes dan spekulasi itu, Wakil Ketua PSSI, Djoko Driyono bersikap diplomatis. “PSSI tidak bisa menghalangi spekulasi dari siapa pun. Latar belakang keluarnya keputusan tersebut sudah kami jelaskan dalam surat yang diberikan,” kata Djoko, Jumat (30/6).

Djoko merujuk pada surat resmi dari operator liga, PT Liga Indonesia Baru (LIB) bernomor 155/LIB/VI/2017 bertanggal 29 Juni 2017 yang ditujukan kepada para klub peserta Liga 1 tentang penangguhan atau penghentian sementara implementasi aturan pemain U-23 di Liga 1. Dalam surat tersebut disebut bahwa alasan regulasi pemain U-23 ditangguhkan adalah, “PSSI mempertimbangkan beberapa hal terkait keputusan tersebut yaitu karena tidak adanya proses seleksi untuk pemain karena skuat tim nasional untuk SEA Games 2017 dan AFC U-23 Champhionship 2018 Qualifiers Group H telah didaftarkan ke AFC”.

Kemudian, dalam surat itu juga disebutkan bahwa aturan pemain U-23 dihapus sementara karena mempertimbangkan “aspek ‘fairness’ kompetisi mengingat jumlah pemain yang diambil dari masing-masing klub tidak merata dan menjaga kualitas serta popularitas kompetisi akibat dari dipanggilnya pemain terbaik U-23 ke Tim Nasional”. Menurut Djoko, yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PSSI, semua penjelasan yang tertera di surat resmi tersebut sudah cukup. (Republika)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY