Sukses Persebaya menggelar laga uji coba di kandang kontra PSIS Semarang (19/3/2017) membuat banyak tim lain tergiur untuk merasakan atmosfer yang sama. Tim yang sudah menyatakan keinginannya untuk menjajal kekuatan Persebaya adalah Arema FC, Persib Bandung, Sriwijaya FC, dan Pusamania Borneo FC.

Sayang, meski ada empat tim besar Liga 1 yang menyatakan minatnya, manajemen Persebaya masih adem ayem. Mereka tak menunjukkan respon berlebihan mengenai ketertarikan keempat tim kasta teratas itu.

Pelatih Persebaya Iwan Setiawan sendiri lebih fokus untuk membenahi kelemahan timnya. Dari hasil evaluasi yang dilakukan tim pelatih usai beruji coba melawan PSIS, diketahui tim berjulukan Green Force masih kesulitan menghadapi lawan yang cenderung menumpuk pemain belakang.

Dalam beberapa latihan terakhir, Iwan tampak terus memberikan arahan pada anak buahnya untuk membongkar pertahanan rapat yang diterapkan lawan. Dengan beberapa cara, Iwan membuat skenario yang bertujuan untuk merusak strategi lawan yang lebih cenderung bertahan.

Selain melatih variasi serangan dengan berbagai skema, Iwan juga terus mengingatkan anak buahnya supaya tidak keluar dari pakem permainan yang ia tentukan.

“Persebaya itu keras, cepat, dan tak kenal menyerah. Sejauh ini, ketiga hal itu memang sudah mereka jalankan, tapi saya harus mengingatkan lantaran tim ini dihuni mayoritas pemain muda,” katanya.

Persebaya di tangan Iwan memang lebih cenderung menyerang. Namun bukan berarti Iwan tak memperhatikan keseimbangan. Pertahanan dianggap menjadi kunci sebuah permainan. “Membangun permainan itu dari bawah dulu. Maka itulah, barisan belakang musti kuat dulu,” ujar Iwan. (Bolacom)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY