Perseru Serui seharusnya menjamu Persija Jakarta, Minggu (28/5) kemarin.

Namun, laga itu tak dapat berlangsung dan harus dijadwal ulang pada 2 Agustus.

Hal itu tersebut terjadi karena kandang Perseru, Stadion Marora, tidak siap menggelar pertandingan malam.

Kondisi itu ternyata berdampak pada dua laga lainnya. Yakni melawan Bali United (4/6) dan PS TNI (18/6). Karena masih di bulan puasa maka dua laga tersebut digelar malam.

Manajemen Perseru pun meminta kepada operator agar pertandingan tersebut dilaksanakan di kandang lawan.

Artinya, pertandingan 4 Juni mendatang rencananya akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta yang tidak lain adalah markas Bali United.

Dua pekan kemudian, Perseru juga akan menjadikan kandang PS TNI, Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, sebagai markas mereka saat menjamu The Army — julukan PS TNI –.

“Mereka sudah meminta kepada kami untuk menjalani jatah pertandingan home mereka itu di kandang lawan,” kata Chief Operating Oficer (COO) PT LIB (Liga Indonesia Baru), Tigorshalom Boboy.

Perseru akan melakoni laga home mereka di markas Bali United (4/6) dan PS TNI (18/6) karena Stadion Marora tak memadai melakoni laga malam.

“Kami pada prinsipnya tidak keberatan selama stadion yang mereka rekomendasikan berstandar Liga-1 dan juga mendapat persetujuan dari tim lawan,” timpalnya.

CEO Bali United, Yabes Tanuri menyebutkan bahwa mereka sudah berkomunikasi dengan manajemen Perseru terkait pertandingan di Stadion Marora, yang rencananya dipindahkan ke kandang mereka tersebut.

“Kami sudah setuju. Dan, semua hal terkait pertandingan itu sudah kami bicarakan secara internal dengan manajemen mereka,” kata Yabes.

Semua hal lain yang dimaksud oleh Yabes tersebut, adalah terkait pemasukan dari penjualan tiket pertandingan yang menjadi hak Perseru. “Kami sudah bicarakan semuanya dengan manajemen mereka. Ini adalah masalah internal kedua tim, jadi tidak ada masalah lagi,” timpalnya. (JPNN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY