Manajemen Persib Bandung akan menghadirkan pelatih baru untuk putaran paruh kedua Liga 1. Hal ini menyusul keputusan Djadjang Nurdjaman mundur dari kursi pelatih Maung Bandung.

Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan asisten pelatih Herrie Setyawan juga tidak bisa mendampingi skuat sepanjang musim ini karena harus ikut kursus dan ujian lisensi A AFC selama Agustus nanti. Karena itu, Persib membutuhkan pelatih baru.

Tapi, Umuh mengatakan, hal tersebut akan dibicarakan lebih lanjut di jajaran manajemen Persib. Umuh juga belum bisa memastikan pelatih baru untuk Atep dan kawan-kawan nanti merupakan pelatih lokal atau pelatih asing.

Umuh berharap manajemen dapat menghadirkan pelatih yang sesuai dengan semua pemain Persib. “Mau lokal mau asing yang penting berkualitas,” kata Umuh di Hotel Papandayan, Bandung, Ahad (16/7).

Djadjang mundur pasca Persib kalah dari Mitra Kukar pada Sabtu (15/7). Dua laga sebelumnya, Persib juga hanya meraih satu angka. Yakni kalah di kandang Madura United dan imbang melawan Persela Lamongan.

Manajemen Persib menerima keputusan mundur Djadjang. Persib Bandung langsung menunjuk Herrie untuk menjadi pelatih sementara untuk Maung Bandung pascamundurnya Djadjang.

Herrie akan langsung menjalankan tugas untuk pekan ke 16 Liga 1 melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (22/7) nanti. “Asisten kita kan ada dua, Herrie dan Asep (Soemantri). Untuk lawan Persija saya naikkan Herrie dulu,” kata Umuh

Namun, Herrie tidak akan mendampingi Maung Bandung ketika bertandang ke markas Perseru Serui pada akhir bulan ini. Pada laga melawan Perseru Serui tim akan dialihkan ke Asep Soemantri. “Herrie akan ambil lisensi A (AFC). Selama Agustus kita ada Asep,” ujar Umuh.

Persib sementara bercokol di peringkat 12 dengan nilai 20 dari hasil 15 kali tanding. (Republika)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY