Hal berbeda tersaji saat duel Bandung menghadapi PS TNI di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/8/2017). Itu lantaran dalam pertandingan tersebut dipimpin oleh wasit asing asal Australia, Evans Shaun Robert dibantu oleh asisten asisten wasit Brown Wilson Keneth dan Lankrindis George.Sepanjang 90 menit pertandingan, kepemimpinan wasit Evans nyaris tanpa cela bahkan tidak menimbulkan kontroversi seperti keluhan yang sering dilontarkan banyak tim Indonesia terkait ketidakpuasan wasit lokal saat menjadi pengadil di lapangan.

Caretaker pelatih Bandung, Herrie Setyawan mengaku wasit asing dalam pertandingan yang dijalani anak asuhnya memberikan dampak positif, terutama terkait keadilan dalam pertandingan.

“Kinerja wasit sangat bagus, keputusannya sejauh ini fair untuk kedua tim, tidak melihat siapapun dan menunjukan profesional dia yang tegas dengan peraturan,” kata Herrie.

Bahkan, Herrie memberikan dukungan jika kompetisi sepakbola di Indonesia menggunakan wasit asing, namun dengan syarat memiliki kualitas yang baik.

“Saya mendukung, maksudnya kita ambil positifnya dan buat pembelajaran bagi (wasit) lokal. Apa salahnya wasit lokal lihat kinerjanya seperti apa,” ucap mantan bek ini.

Hal senada diutarakan pelatih PS TNI, Ivan Kolev. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menilai kepemimpinan wasit cukup memuaskan.

“Saya tidak bisa berkomentar banyak. Mungkin ada satu kesalahan (keputusan), tapi sejauh ini mereka bagus,” kata Ivan.

Dari rekam jejaknya Shaun Evans merupakan wasit berlisensi level FIFA sejak tahun 2016 dan menjadi salah satu wasit terbaik asal Australia meski baru berusia 30 tahun.

PSSI menggunakan jasa wasit asing pada putaran kedua Liga 1 demi memperbaiki kualitas kompetisi di Indonesia. (Liputan 6)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY