Persiba Balikpapan kalah 1-2 dari tuan rumah Persegres Gresik United pada pekan keenam Liga 1 di Stadion Petrokimia, Gresik, Jumat (12/5/2017) malam. Artinya, tim berjulukan Beruang Madu ini belum pernah meraih kemenangan.

Pelatih Persiba, Milomir Seslija, menilai kegagalan timnya lebih dikarenakan kesalahan dari para pemain. Mereka sudah harus tertinggal dua gol setelah Patrick da Silva mencatatkan namanya pada menit ke-22 dan Komarudin (40′). Persiba hanya mampu membalas satu gol karena penalti Marlon da Silva pada menit ke-51.

“Masalahnya karena kesalahan sederhana, yang selalu membunuh kami. Kami sering kalah karena kesalahan sendiri,” ujar Milo selepas pertandingan.

Milo menilai, Persiba diperkuat oleh para pemain muda yang belum berpengalaman. Jadi, tidak banyak yang mampu dilakukan, meski sudah mendapatkan banyak peluang untuk dapat mencetak gol.

“Sebenarnya tidak ada yang spesial dari permainan Persegres dan tidak ada yang mengejutkan, tapi kami kalah kualitas dan pengalaman. Pemain kami banyak yang masih muda dan kami butuh proses untuk menjadikan pemain ini lebih baik,” kata dia.

Dalam pandangan mantan arsitek Arema FC ini, para pemain Persiba sebenarnya sudah bermain bagus dan mampu memperagakan permainan atraktif, sebelum Patrick mencetak gol pertama.

“Kami ada peluang, kami juga bermain cukup bagus, kami mendominasi permainan hingga sebelum terjadinya gol pertama. Tapi gol pertama itu yang menjatuhkan mental kami. Pada babak kedua kami sudah mencetak gol, kami banyak peluang juga, tapi banyak yang gagal menjadi gol,” tutur Milo.

Dia juga memuji perjuangan Bryan Cesar Ramadhan, lantaran tetap melanjutkan pertandingan dengan kondisi cedera.

“Dalam tiga hari kami punya dua pertandingan, dan ini adalah pertandingan terbaik. Kami memang kalah, tapi seharusnya dapat lebih. Para pemain sudah bermain dengan baik, meskipun ada pemain cedera dan seharusnya ke rumah sakit, tapi pemain ini memutuskan untuk tetap bermain. Ini menunjukkan loyalitas dari pemain itu,” ucap dia.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Bryan. Dia sengaja memaksakan diri untuk tetap melanjutkan pertandingan dengan kondisi cedera, karena ia sebenarnya tidak ingin Persiba kembali menelan kekalahan.

“Para pemain sudah bagus tadi, kami sudah menunjukkan bahwa Persiba telah berjuang mati-matian. Saya nggak masalah dengan kondisi ini (cedera), karena Persiba tidak manja,” ucap Bryan, yang menghadiri sesi jumpa pers dengan bagian pipi sebelah kanan diplester.

Akibat kekalahan ini, Persiba harus rela turun satu peringkat untuk menggantikan posisi Persegres sebagai juru kunci klasemen sementara. Persiba juga menjadi satu-satunya dari 18 tim kontestan Liga 1, yang sampai saat ini belum menuai kemenangan. (Kompas)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY