PSCS Cilacap memiliki memori bagus saat menghadapi PSS Sleman pada laga pembukaan Liga 2 musim 2017. Meski tampil di kandang lawan pada laga perdana kompetisi level dua Liga Indonesia di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (19/4/2017), PSCS tak ciut nyali.Mereka punya pengalaman mengalahkan PSS Sleman pada akhir 2016. Tidak tanggung-tanggung, PSCS menaklukkan PSS pada final Indonesia Soccer Championship (ISC) B yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.

PSCS yang tidak mendapat dukungan dari Lanus, suporter mereka, karena stadion dipenuhi pendukung PSS, harus berjuang ekstra keras.

Kebobolan saat laga baru berjalan dua menit, mereka mampu membalaskan dan lewat pertarungan yang dramatis PSCS menang 4-3.

”Kami punya historis yang bagus di final ISC B. Kami bisa mengalahkan PSS untuk menjadi juara. Tetapi situasinya sudah berbeda,” ujar pelatih PSCS, Gatot Barnowo.
Menurut Gatot, skuat kedua tim sudah pasti berubah karena adanya regulasi pemain.

”Ada pemain yang bergabung dengan kami, tetapi tidak bermain di final. Mereka bakal melakoni laga perdananya di kompetisi musim ini,” tuturnya.

“Meski demikian, keberhasilan di final punya pengaruh saat PSCS kembali bertemu PSS. Catatan historis ini bisa mengangkat mental pemain,” ujar pelatih asal Yogyakarta ini.

Laga perdana ini disebut Gatot sangat penting bagi timnya. Eks pelatih PSGC Ciamis ini berharap PSCS bisa mendulang poin. Apalagi tim sudah menunjukkan kesiapannya menghadapi PSS.

“Tim sudah siap tidak hanya 100 persen tetapi 200 persen. Jadi, kami menargetkan meraih poin di laga perdana ini meski bermain di kandang lawan,” tuturnya.

PSS tidak hanya mengalami perubahan pada skuat tetapi juga pelatih. Sebelumnya, pelatih Seto Nurdiantara yang menangani PSS di ISC B. Kini, dia menjadi asisten pelatih dan Freddy Muli menjadi pelatih kepala. (Juara)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY