CEO PSIS Semarang AS Sukawijaya mengumbar amarah setelah tim Mahesa Jenar hanya bermain imbang tanpa gol melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri kemarin pada lanjutan 16 Besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016.

Kegagalan meraih angka penuh membuat PSIS menjadi juru kunci klasemen sementara Grup D. Kendati mengumpulkan poin sama lima dengan PSGC Ciamis dan PSPS, PSIS kalah selisih gol. Sedangkan pemuncak klasemen dipegang Persekap Pasuruan dengan selisih satu nilai.

Yoyok, sapaan AS Sukawijaya, menilai permainan PSIS di 16 Besar cenderung mengalami penurunan. Bahkan performa melawan PSPS dianggapnya sebagai laga membosankan.

“Ini permainan terburuk PSIS. Tidak bisa dibiarkan bertanding seperti ini terus. Semua melakukan kesalahan-kesalahan dasar, sehingga skema permainan tidak bisa berkembang sama sekali, terkesan monoton, dan tidak enak ditonton,” sergah Yoyok kepada Goal Indonesia.

Menurutnya, ada yang salah dengan permainan PSIS saat ini, kendati sudah mendapat suntikan beberapa nama baru. Yoyok pun memberikan ultimatum kepada pemain agar tampil lebih baik di laga berikutnya.

“Memasuki babak 16 besar, bukan membaik, malah semakin buruk. Saya peringatkan kepada pemain, dua kali pertandingan terakhir adalah final. Tidak bisa ditawar lagi,” tegasnya.

“Kami, manajemen dan ofisial, akan evaluasi total. Kami harus segera berbenah untuk menyongsong dua pertandingan sisa. Kalau tidak mampu bangkit, jangan harap juara, Delapan Besar pun sulit terwujud.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY