Liga 1 Gojek Traveloka disejajarkan dengan Liga Premier Inggris karena sama-sama kompetitif. klub-klub peserta bersaing dengan begitu sengit.Itulah yang diungkapkan pelatih PSM asal Belanda, Robert Rene Alberts.

Robert Alberts lantas membandingkan kompeisi di Indonesia dengan kompetisi di negeri-negeri tetangga. Menurut mantan pelatih Arema ini kompetisi Indonesia berbeda jika dibandingkan dengan kompetisi Thailand, Vietnam, atau Malaysia. Karena di Indonesia kompetisi lebih kompetitif, mirip seperti di Liga Premier Inggris.

Di Liga 1 misalnya, hingga pekan ke 10 tidak ada klub yang mampu mendominasi. Tiap pekan selalu ada perubahan posisi dan selisih poin yang begitu sedikit. Dalam satu pertandingan kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan.

Oleh sebab itu, Robert pun meminta anak asuhnya untuk tetap fokus pada setiap pertandingan meskipun secara peringkat saat ini PSM masih memuncaki klasemen sementara.

“Posisi PSM yang berada di puncak klasemen hanya status sementara. Karena itu kami akan tetap bermain normal dengan ciri khas permainan PSM demi 3 poin. Saya juga berharap kondisi psikologi pemain tetap sama seperti di awal kompetisi,” ujar Robert Alberts seperti dilansir Sumberbola.com, (07/06/2017).

Hal senada diungkapkan bek tangguh Madura United, Fabiano Beltrame, yang menyebut bahwa persaingan di Liga 1 sangat ketat. Banyaknya tim kejutan yang tanpa diduga mampu menembus papan atas klasemen sementara.

Dia mencontoh Persela Lamongan yang kini berhasil menduduki peringkat empat dengan raihan 16 poin hasil 10 kali bertanding.

Padahal seingatnya, terakhir kali dirinya melihat klasemen, Persela masih duduk di peringkat ke-10.

Untuk itu, bek asal Brasil menyebut bahwa posisi dua yang saat ini tengah diduduki timnya belum aman dan berpotensi digeser tim lain.

“Kami senang saat ini ada di peringkat kedua, tetapi saya pikir persaingan masih ketat,” ungkap Fabiano, dikutip SuperBall.id, (09/06/2017).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY