PSM Makassar menjaga tren kemenangan kandang setelah menekuk Sriwijaya FC 1-0 pada pekan ketujuh Liga 1 2017 di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Minggu (21/5/2017).

Kemenangan PSM diwarnai aksi mogok main selama 20 menit oleh Sriwijaya yang tak terima keputusan Wasit Hadiyana yang memberi penalti buat PSM pada menit ke-93. Menurut kubu Sriwijaya, bek Firdaus Ramadhan tidak melakukan pelanggaran terhadap Hamka Hamzah.

“Seharusnya Sriwijaya menerima apa pun keputusan wasit. Tidak perlu melakukan aksi mogok. Kami juga pernah merasakan hal sama ketika dijamu Mitra Kukar tapi kami tidak keluar dari lapangan,” kata Robert Alberts, pelatih PSM pada jumpa media usai pertandingan.

Menurut Robert, seharusnya PSM mendapat lima tendangan penalti. Masing-masing dua pada babak pertama dan kedua. “Tapi, kami tidak melakukan protes berlebihan seperti yang dilakukan mereka,” kata Robert.

Robert menambahkan, seharusnya wasit lebih tegas dengan memberi ultimatum kepada Sriwijaya. “Bukan membiarkan mereka mogok selama 20 menit. Itu bisa merusak konsentrasi kami,” tegas Robert seraya menambahkan, sudah seharusnya PSSI memanggil para wasit untuk berdiskusi soal aturan.

Secara khusus Robert memuji Reinaldo da Costa, striker PSM yang sukses mengeksekusi penalti. “Tidak mudah buat pemain mengeksekusi penalti setelah beristirahat 20 menit dan dalam kondisi penuh tekanan karena golnya bakal jadi penentu kemenangan,” katanya.

Dilain pihak, Robert memuji penampilan Sriwijaya yang tampil spartan untuk mengimbangi PSM selama lebih dari 90 menit. “Tapi, saya juga memberi apresiasi kepada pemain yang juga tetap tampil spartan sepanjang pertandingan,” katanya.

Sementara itu, bek PSM, Steven Paulle mendedikasikan kemenangan PSM kepada Rasyid Bakri yang baru saja menjalani operasi lutut. “Saya juga memberikan kemenangan ini kepada fan dan publik sepakbola Makassar yang tak pernah berhenti memberi dukungan kepada kami,” kata bek asal Prancis. (Bolacom)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY