Arema FC terus menyeleksi siapa marquee player yang akan didatangkan ke Malang. Manajemen dan tim pelatih, tidak menutup diri bila Arema bisa saja mengontrak pemain berlabel mahal. Kabar terbaru, mantan pemain Real Madrid, Mahamadou Diarra, tengah menjajaki Arema.Nama Diarra mencuat setelah sebelumnya Diego Forlan yang dikaitkan. Dengan posisi striker, harga Forlan sebenarnya masuk akal bagi Arema FC, yakni sesuai bursa Rp 1,4 miliar. Namun, Arema juga tengah membutuhkan pemain belakang. Ada kemungkinan bagi Singo Edan menjajaki pemain bintang berposisi stopper sesuai dengan kebutuhan klub tersebut.

Adapun Diarra, yang bisa bermain sebagai gelandang bertahan atau bek, kabarnya sudah berkomunikasi dengan manajemen Arema. “Kami tidak ingin sekadar ikut-ikutan untuk mengontrak marquee player. Tentu harus sesuai kebutuhan tim dan tidak merusak harmonisasi yang sudah terwujud saat ini,” ungkap General Manager Arema, Ruddy Widodo, kepada Malang Post (Jawa Pos Group).

Menurut dia, jika Arema mengontrak pemain yang syaratnya pernah bermain di Piala Dunia minimal tiga edisi terakhir itu, besar kemungkinan berposisi stopper. Pasalnya, posisi tersebut yang kini dibutuhkan oleh tim Singo Edan, untuk menggantikan pos Bagas Adi Nugroho yang mesti mengikuti TC jangka panjang bersama Timnas U-22.

“Kalau iya, mungkin yang kami cari stopper. Sesuai dengan kebutuhan tim. Sekarang, memang banyak yang menawari marquee player kepada kami,” beber dia.

Pria berkacamata itu menuturkan, hal itu sekaligus mengerucutkan penawaran dari agen yang diakuinya banyak penawaran dari berbagai posisi. Mulai dari bek, pemain tengah dan striker. “Saya terima yang ditawarkan oleh agen. Tetapi, karena tidak ingin juga memberikan harapan, saya sampaikan, kami butuh bek. Sehingga, penawaran juga fokus pada pemain belakang,” urai dia panjang lebar.

Ruddy mengatakan, dari penawaran itu ada 1-2 pemain yang ditengarai sesuai dengan kebutuhan tim dan berposisi bek. Hal itu sekaligus memperkecil kesempatan Diego Forlan yang sebelumnya santer diberitakan akan merapat ke Arema.

“Ada yang sepertinya cocok. Tetapi, saya coba komunikasi dengan pelatih. Mungkin ada yang cocok dan harganya juga sesuai dengan finansial tim,” bebernya.
Khusus Forlan, Ruddy enggan mengiyakan atau menolak. Hanya dia memastikan timnya selektif memutuskan menerima seorang pemain. Dia berpatokan, jangan sampai pemain mahal, berperilaku bintang yang menimbulkan kesenjangan di tim.

“Arema akan sangat cermat dan hati-hati. Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga,” jawab dia dengan berperibahasa.

Dia pun memberikan pandangan, jika mengontrak pemain bintang, Arema atau klub lain mesti mempertimbangkan riwayat dari pemain tersebut. Misalnya klub terakhir, kondisi cedera sampai harga. “Di transfermarket kan jelas riwayatnya. Misal sebelumnya status free transfer atau free agen, itu harus jadi petimbangan,” jelasnya.

Bahkan, beredar kabar pula jika pemain bintang kerap meminta perlakuan spesial. Misalkan hanya ingin bermain saat home saja atau enggan mengikuti away yang jauh dari home base. “Riwayat bermainnya juga bisa terlihat kan. Dalam suatu liga dia berapa kali bermain,” terang dia.

Namun, secara perhitungan harga Forlan sebenarnya masih dianggap cukup murah untuk klub tanah air, ketimbang bandrol Michael Essien yang mencapai Rp 8 miliar lebih. Akan tetapi, jika Arema berkomunikasi dengan Forlan, yang perlu dipertimbangkan adalah usia. Eks Atletico Madrid ini berusia 37 tahun yang artinya melebihi batas umur 35 tahun yang ditentukan PSSI terkait Marquee player.

“Semua tentang regulasi memang sudah disampaikan, tetapi mungkin bisa berubah. Termasuk umur seorang marquee player atau ketentuan dari pemain ini. Misalkan bermain di Piala Dunia atau pernah bermain di top 7 liga di Eropa,” imbuhnya.

Lalu, dia memberikan pandangan lain terkait marquee player. Arema, diyakininya sebenarnya sudah memiliki itu. Pemain yang dimaksud adalah pemain ke-12 alias suporter. Sebab, Aremania diyakininya mau ‘bermain’ dimanapun Arema berlaga.

“Kami punya marquee player selama ini. Jadi sebenarnya tidak terlalu urgent juga merekrut bintang. Aremania, dia ada di seluruh kota ketika Arema bermain. Mereka justru marquee player yang mahal bagi kami,” tambahnya.

Sementara untuk pemain belakang, Arema dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan eks Real Madrid, Mahamadou Diarra. Pemain Timnas Mali, yang sempat berstatus pensiun di 2015 lalu. Bahkan, agen yang membawa Essien, Amageou Mathieu sempat mengakui jika Mahamadou Diarra juga sedang berkomunikasi dengan salah satu klub di tanah air.

“Proses negosiasinya masih berlangsung. Diarra sangat berminat bermain di Liga 1 Indonesia,” papar Mathieu.

Diarra pernah membela Real Madrid dan AS Monaco. Di bursa transfermarket, harga pemain ini dipatok Rp 3,5 miliar. Namun sayang, pemain ini tidak lagi terendus klub terkini, sejak terakhir di Fulham, Inggris di tahun 2014.
Sementara, Pelatih Arema Aji Santoso mengakui bisa saja Arema menggunakan marque player. Namun, dia akan membicarakannya dengan manajemen dan tim pelatih yang lain.

“Ada penawaran pemain yang masuk dan ada juga pandangan. Yang jelas harus sesuai kebutuhan tim. Ini bagus untuk kompetisi tetapi harus pertimbangkan juga kemampuan secara finansial klub,” tegasnya. (Jawapos)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY