Gelandang naturalisasi asal Belanda, Stefano Lilipaly, punya peluang bergabung dengan klub Liga 1 Indonesia, Bali United. Namun, kepindahan Lilipaly mungkin baru akan terjadi pada awal tahun depan.

Jika benar terjadi, pemain yang akrab disapa Fano ini bakal bereuni dengan Irfan Bachdim. Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim pernah membela klub yang sama asal Negeri Kincir Angin, Utrecht FC. Namun upaya Bali United menggaet Stefano yang bersinar bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 lalu tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan.

SC Cambuur yang baru merekrut Stefano dari SC Telstar pada pertengahan musim lalu, tak mau sembarangan melepas salah satu pemain andalannya itu. Mereka meminta mahar transfer yang angkanya wah, menembus Rp 10 miliar.

Petinggi Bali United sudah melakukan negosiasi dengan SC Cambuur yang kini berkiprah di kompetisi kasta kedua Belanda. “Harga transfernya kemahalan, kami tidak mau menyanggupinya,” kata Pieter Tanuri salah satu pemilik Bali United. Namun, Bali United tak mau menyerah begitu saja. Mereka berniat menggaet Lilipaly pada awal 2018 ini. Saat kontrak pemain berdarah Maluku itu berakhir.

Stefano sendiri secara pribadi menurut klaim Peter sudah setuju dengan banderol kontrak yang ditawarkan Bali United. “Soal nilai kontrak ia sudah oke, tinggal nanti kami menunggu ikatan kerja samanya dengan Cambuur berakhir,” ujarnya.

Seusai Piala AFF 2016 gelandang serang 27 tahun tersebut sempat mengutarakan keinginannya comeback ke Indonesia. Stefano Lilipaly sempat memperkuat Persija Jakarta jelang musim 2014 sebelum akhirnya mudik ke negaranya karena kasus keterlambatan pembayaran gaji.

Jika bermain di klub Indonesia, Stefano Lilipaly tidak akan kesulitan memenuhi panggilan membela Timnas Indonesia. “Bermain kembali di Indonesia sangat menyenangkan. Atmosfer suporternya luar biasa. salah satu pilihan yang bagus. Klub profesional di lokasi pulau yang indah pula,” ujar Stefano Lilipaly yang kelahiran 10 Januari 1990 tersebut. (Liputan 6)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY