Penyelenggaraan Liga 1 hingga memasuki pekan kesebelas masih jauh dari sempurna. Beberapa kelalaian baik dari sektor internal maupun eksternal masih kerap terjadi.

Salah satunya kejadian kerusuhan yang melibatkan suporter. Beberapa kali aksi melanggar aturan dilakukan beberapa suporter. Baik dari kejadian kericuhan yang ada di Gresik hingga suporter Persib yang masuk ke dalam stadion saat bertemu Bhayangkara FC.

Suporter juga kerap melakukan pelemparan botol hingga membobol untuk masuk ke stadion, seperti yang dilakukan suporter dari Persija Jakarta. Komisi Disiplin PSSI cukup rajin memberikan denda kepada klub, karena aksi suporter mereka.

Kebanyakan dari mereka masuk ke lapangan karena kecewa terhadap penampilan tim kesayangan mereka. Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi memahami bahwa ada rasa tidak puas dari masyarakat pecinta sepak bola yang menjadi penyebab timbulnya kericuhan.

Edy kemudian menambahkan pihaknya sudah memiliki solusi akan masalah ini. Salah satu memperbaiki kualitas kompetisi.

“Kericuhan-kericuhan itu adalah bentuk ketidakpuasan masyarakat pecinta sepak bola yang kita miliki. Itu wajar karena kita baru saja mulai membangun kembali dan masih banyak yang perlu diperbaiki,” papar Edy, Kamis (23/6).

“Jika nanti sepak bola kita benar-benar menjadi sebuah hiburan bagi masyarakat, maka saya sangat yakin rakyat kita yang senang menyaksikan sepak bola juga akan lebih tertib,” tambahnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY