Sepak bola Indonesia memang berduka beberapa waktu lalu. Seorang suporter Persib Bandung meninggal dunia karena kesalahpahaman yang terjadi saat laga Persib vs Persija Jakarta beberapa waktu lalu.

Masalah keributan suporter hingga level kematian memang bukan hal baru dan cukup sering terjadi di Indonesia. Ini menjadi kegelisahan tersendiri.

Menarik ketika ketua PSSI, Edy Rahmayadi, angkat bicara soal ini. Dia mengaku hal ini terjadi bukan karena salah suporter.

“Pembinaan suporter adalah pembinaan pssi. Kami akan menindaklanjuti ini. PSSI kurang becus, suporter tidak sama sekali,” ujarnya pada pertemuan suporter Sepak Bola Indonesia.

“Kami mencoba memperbaiki ini secara komprehensif. Salah satunya masalah wasit. Liga 1 di putaran kedua sudah akan wasit luar yang terpilih. Ada lagi keributan kenapa tak cinta anak bangsa. Tapi, inilah Indonesia penuh pro dan kontra,” tambah dia.

Menarik ketika Letjen satu itu mengatakan bahwa semakin ribut suporter Indonesia, PSSI semakin banyak mengeluarkan uang untuk polisi.

“Semakin suporter gaduh pssi semakin banyak urusannya. Terutama makin banyak kasih makan polisi. 100-200 juta untuk itu. Persija vs Persib menghabiskan 250 juta untuk itu,” ungkapnya.

“Acara ini adalah pendidikan. Saya tak senang berbahasa sulit, karena kita sendiri yang membuat kacau. Saya merasa harus hadir di sini,” pungkasnya. (Jawapos)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY