Pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2016-2020 pada kongres biasa di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis ini, dipastikan digelar secara terbuka, dalam artian bisa disaksikan secara langsung oleh undangan dan media yang meliput kegiatan tersebut.“Kami ingin banyak pihak memantau proses pemilihan ini. Jadi semuanya, termasuk media, bisa mengkontrol secara langsung sistem pemilihannya,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Azwan Karim saat dikonfirmasi di Jakarta.

Menurut dia, mekanisme pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan 12 anggota Komite Eksekutif (Exco) dilakukan seperti pemilihan pada umumnya. Pihaknya berharap pemilihan bisa dilakukan dengan cepat sesuai runtutan agenda yang telah ditetapkan.

Sesuai jadwal, pemilihan pengurus baru ini masuk agenda ke-17 dari 19 agenda yang ada. Pemilihannya akan dikendalikan Komite Pemilihan yang dipimpin Agum Gumelar.

“Urutannya adalah pemilihan ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota Exco. Kami berharap pemilihan ini bisa tuntas sebelum pukul 15.00,” ujarnya.

Khusus untuk anggota Exco, Azwan menjelaskan, sesuai aturan, minimal harus ada seorang anggota perempuan yang terpilih. Dari 57 calon anggota Exco, ada lima orang yang bakal bersaing, yaitu Esti Puji Lestari, Diza Rasyid Ali, Eva Dwiana, Pinky Hidayati, dan Vivin Cahyani.

Sedangkan untuk posisi ketua umum, beberapa nama familiar akan bersaing menjadi PSSI 1, di antaranya Edy Rahmayadi, Moeldoko, Tony Aprilani, Kurniawan Dwi Yulianto, Eddy Rumpoko, Djohar Arifin Husin, dan Bernhard Limbong.

Edy Rahmayadi, yang saat ini masih menjabat sebagai Pangkostrad, diklaim menjadi calon terkuat. Bahkan keberadaannya saat ini didukung Kelompok 85 yang diklaim sebagai pemilik suara mayoritas PSSI.

Sesuai dengan data yang ada, kongres PSSI ini diikuti 107 pemilik suara yang terdiri atas perwakilan klub Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, Liga Nusantara, dan beberapa asosiasi. “Kami menggunakan data 2014. Jadi belum ada nama PS TNI. Yang berhak menjadi pemilik suara adalah Persiram. Begitu juga dengan Madura United. Kami tetap mengundang Pelita Bandung Raya,” ujar salah satu anggota Exco PSSI, Tony Aprilani. (Tempo)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY