Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, menegaskan permasalahan status Persebaya Surabaya akan diselesaikan ketika PSSI menggelar Kongres Tahunan PSSI di Bandung pada 8 Januari 2017. Dalam rentan waktu hingga Kongres Tahunan PSSI digelar, melalui rapat Komite Eksekutif PSSI pada Senin (14/11/2016), diputuskan pembentukan tim yang akan menyelidiki semua permasalahan untuk mendapatkan keputusan mutlak di Bandung.

Permasalahan status Tim Bajul Ijo yang terhukum awalnya akan dibahas dalam Kongres Pemilihan PSSI. Namun, dari hasil pemungutan suara yang dilakukan voters, sebagian besar tidak menyetujuinya dan pembahasannya harus ditunda.

Edy Rahmayadi mengakui bahwa masalah Persebaya adalah salah satu topik yang dibahas dalam rapat perdana Komite Eksekutif PSSI baru. Ia menegaskan PSSI akan membentuk tim khusus untuk mengurai kasus dualisme Persebaya, agar status klub kebanggaan Bonek Mania itu bisa ditentukan pada Kongres Tahunan PSSI pada awal tahun depan.

“Akan ada tim yang mempelajari permasalahan Persebaya dan beberapa klub yang juga sedang terkena sanksi. Keputusannya nanti apakah akan diputihkan atau memang bersalah, semua akan dipelajari dan pada 8 Januari 2017 semua permasalahan itu harus sudah selesai. Namun, semua tetap dengan aturan dan profesional, yang benar ya tetap benar, dan yang salah tidak boleh dibenarkan,” ujar Edy Rahmayadi seusai rapat Komite Eksekutif PSSI, Senin (14/11/2016) sore.

Ketua Umum PSSI yang baru terpilih pada Kamis (10/11/2016) itu juga menegaskan bahwa tim yang dibentuk akan mencari informasi mendalam tentang masalah yang terjadi. Pangkostrad TNI itu juga berharap Persebaya bisa kembali meramaikan kompetisi elite sepak bola Indonesia seperti klub-klub besar Indonesia lainnya.

“Tim yang kami bentuk akan turun ke sana untuk mencari masalahnya karena persoalan ini berbelit-belit. Saya sangat mendukung Persebaya untuk kembali eksis. Nama besar sepak bola Indonesia itu ada Persebaya, PSMS Medan, PSM Makassar, Persija Jakarta, serta Persib Bandung. Jadi Persebaya ini diharapkan bisa muncul kembali, tapi munculnya harus profesional. Seperti PSMS yang kembali dari nol. Semua akan mendukung selama semua dilakukan dengan benar,” lanjut Edy Rahmayadi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY