Kekalahan 3-1 yang dialami Timnas U-22 dari Myanmar dalam laga uji coba di Stadion Pakansari, Cibinong, Selasa, tak membuat Luis Milla Aspas berkecil hati. “Ini merupakan penampilan terbaik bagi mereka, terlebih lagi pada babak pertama, ” kata pelatih asal Spanyol itu.

Milla menyatakan kekalahan tim asuhanya atas Timnas Myanmar tersebut lebih disebabkan jam terbang dan pengalaman dari lawanya. “Karena yang menjadi lawan dari timnas Indonesia muda ini adalah timnas senior Myanmar,” kata dia.

Dia mengakui bahwa memasuki babak kedua pertahanan timnya kedodoran hal itu disebabkan permainan cepat pemain Myanmar, sedangkan pemain tim Indonesia terlihat kelelahan, dan ada perubahan formasi pemain pada babak kedua.

“Faktor kelahan fisik juga membuat konsentrasi menurun saat menghadapi serangan Myanmar yang menaikan tempo permainan. Terlebih, pemain Myanmar separuhnya merupakan pemain senior,” kata Milla.

Luis Milla menegaskan menjadi hak dan kewenangan dirinya untuk memilih Bagas Adi Nugroho menjadi kapten dalam pertandingan tersebut. Ia juga yakin timnya akan makin meningkat sebelum berkiprah di Kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games 2017.

“Kami kalah dari Myanmar yang diisi pemain senior dan pengalaman. Jalan masih panjang. Kami punya pemain yang bagus dan mau bekerja keras serta berjuang dan berkorban untuk timnas,” paparnya.

Milla mengatakan, kekalahannya atas Myanmar tersebut membuat dirinya harus mencari formasi dan formula yang harus dimainkan oleh timnas asuhanya itu, “Kami akan mencari formasi apa agar permainan anak-anak lebih bagus, karena pada saat permainan ini, tim Myanmar tidak memberikan kesempatan pada pemain kami untuk bermain bola-bola pendek,” kata dia.

Sementara itu, kapten Timnas di babak pertama, Bagas Adi Nugroho, menilai ada beberapa faktor kekalahan timnya dari Myanmar. Selain keberuntungan, juga faktor pengalaman bermain dalam tim.

“Ini laga pertama kali, kami belum beruntung. Kami sudah berusaha dan sudah memberikan yang terbaik. Selain pengalaman, tentunya pertandingan ini menjadi koreksi buat tim kami,” tambahnya.

Adapun Gerd Zeise, pelatih timnas Myanmar, mengaku jika penonton dari Timnas Indonesia sangat memberikan dukungan penuh pada timnas kebangganya. Namun penentu kemenangan yang diraih oleh tim asuhannya itu pada saat memasuki babak kedua, “Pergantian pemain pada babak kedua ini membuat permainan kami lebih cepat,” kata dia.

Dia mengaku jika, tim kesebelasan yang dibawa untuk pertandingan ujicoba melawan Timnas Indonesia ini tidak semua pemain merupakan pemain senior. “Hanya separuh pemain yang kami turunkan adalah tim senior karena ada sebagian pemain kami merupakan tim junior,” kata dia.

Dalam pertandingan itu Timnas unggul dulu lewat Nur Hadianto (menit 9). Tapi, Myanmar kemudian mencetak tiga gol lewat GM GM Lwin, penalti Kyaw Ko Ko, dan Si Thu Aung. (Tempo)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY