Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyayangkan dengan sikap yang dilakukan PSSI terkait pemanggilan dadakan yang mereka lakukan terhadap pemain Persipura Jayapura, Yohanes Ferinando Pahabol. Sebab Kemenpora merasa seharusnya induk sepakbola nasional tersebut terlebih dulu melakukan komunikasi dengan pihak klub sebelum melakukan panggilan.

Seperti diketahui, Pahabol dipanggil untuk menggantikan posisi Irfan Bachdim yang terpaksa dicoret dari skuat timnas Indonesia di AFF Suzuki Cup 2016. Irfan mengalami cedera retak tulang fibula setelah berbenturan dengan Hansamu Yama.

Namun, keinginan timnas Indonesia memboyong Pahabol tidak jadi terlaksana. Pasalnya, Persipura tak mau melepas mantan penggawa Pusamania Borneo FC (PBFC) tersebut karena masih membutuhkan tenaganya dalam mengarungi Indonesia Soccer Championship (ISC) A.

Alhasil, tim besutan Alfred Riedl tersebut memanggil pilar PSM Makassar, Muchlis Hadi Ning Syaifullah. Ini untuk menutup kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh Irfan.

“Harusnya ada komunikasi yang baik, kriteria yang jelas, alasan pemanggilan yang makes sense. Jika tidak akan muncul prejudice seperti ini. Dari dulu selalu case seperti ini berulang di PSSI,” kata juru bicara Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto.

“Tetapi di sisi lain, klub juga aware bahwa kepentingan nasional itu nomor satu, hanya saja harus ada juga alasan jelas untuk pemanggilan. Kami pernah ingatkan PSSI, waktu itu hanya bilang, oh itu GTS [operator ISC A] yang punya kerjaan. Sekarang PSSI harus menata persoalan seperti ini, timnas harus ditata profesional. Apa itu sulit? Nothing, karena banyak negara bisa,” tambahnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY