Timnas Indonesia U-22 gagal ke putaran final Piala Asia U-22. Namun pelatih Skuat Garuda (julukan Timnas Indonesia U-22), Luis Milla belum mau menyerah.

Skuat Garuda bermain imbang tanpa gol saat melawan Thailand di Stadion Nasional, Bangkok, dua hari lalu. Tambahan satu poin membuat Indonesia berada di urutan ketiga Grup H dengan empat poin.

Pada dua laga sebelumnya, Timnas Indonesia U-22 kalah 0-3 dari Malaysia. Kemudian, Garuda Muda menang 7-0 atas Mongolia. Kekalahan melawan Malaysia mendapat banyak sorotan dan kritik dari publik Indonesia. Sebab, Luis Milla tidak menurunkan Evan Dimas dan Hansamu Yama sejak awal laga.

“Dari tiga pertandingan bisa kita lihat kekurangan dan kelebihan tim ini. Ada kelebihan yang harus diapresiasi yakni talenta dan sikap pekerja keras dari masing-masing pemain,” kata Luis Milla, di situs resmi PSSI.

Luis Milla menambahkan, Timnas Indonesia U-22 masih punya peluang meraih medali emas SEA Games 2017. Skuat Garuda tergabung di Grup B bersama Thailand, Vietnam, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina.

Untuk mempersiapkan diri tampil di SEA Games 2017, Luis Milla membubarkan skuatnya selama seminggu. Mereka akan kembali berlatih pada 5 Agustus mendatang.

“Kami punya mimpi untuk berprestasi di SEA Games dan kami punya harapan di mana tim ini masih bisa terus berkembang,” ujar pelatih asal Spanyol itu menegaskan.

Indonesia sudah dua kali meraih medali emas SEA Games di cabang sepak bola, yakni pada 1987 dan 1991. Timnas Indonesia U-22 juga berhasil menyabet empat medali perak dan tiga perunggu pada ajang SEA Games. (Liputan 6)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY