Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, mencoba mengulang-ulang menu latihan untuk anak-anak asuhannya. Hal tersebut agar latihan itu tertanam di otak para pemain Timnas Indonesia.

Hari ini (30/10/2016), Tim Garuda masih menjalani pemusatan latihan di Lapangan Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Kota Tangerang. Dalam sesi latihan tadi pagi, Timnas kembali berlatih finishing atau penyelesaian akhir.

“Latihan dibagi dua grup, satu grup untuk finishing, satu grup untuk latihan taktik, untuk lebih paham lagi bagaimana kita bergerak dalam pertahanan,” kata Riedl kepada wartawan, Minggu (30/10/2016) di Karawaci.

“Kami mencoba latihan taktik yang terus diulang, itu agar tertanam di otak pemain, apa yang kami mau. Dan karena latihan terus diulang, jadi masuk otak dan hati, sehingga secara otomatis pemain menjalankannya dalam pertandingan tanpa diinstruksikan,” tuturnya.

Mengenai penyelesaian akhir lini depan timnya, pelatih berpaspor Austria ini mengaku tidak akan pernah puas. Menurut Riedl, kemampuan penyelesaian akhir harus terus dilatih, karena akan banyak situasi yang akan dihadapi ketika di lapangan.

“Kami harus terus meningkatkan kemampuan penyelesaian akhir, dan latihan ini bukan hanya untuk para penyerang, tapi juga para kiper,” terang mantan pelatih Timnas Vietnam ini.

“Sejauh ini belum ada latihan individu, tapi ada latihan position specific, di mana pemain diutamakan latihan di posisi dia main untuk mengasah kemampuannya di posisi aslinya,” ujar Riedl.

Dalam sesi latihan tadi pagi, kiper Jandia Eka Putra tidak terlihat di antara rekan-rekan setimnya. Kiper Semen Padang itu mengalami masalah pada punggung, yang membuat lehernya tidak bisa bergerak, tapi sudah ditangani tim medis.

Timnas akan melakoni dua laga uji coba melawan Myanmar di Yangon pada 4 November 2016 dan kontra Vietnam di Hanoi pada 8 November 2016. Dua pertandingan itu sebagai persiapan menuju Piala AFF 2016 pada November mendatang. (Liputan 6)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY