Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl mengungkapkan, saat ini ia sedang mengasah skema permainan dengan satu penyerang yang akan dipraktekkan saat beruji coba melawan Myanmar dan Vietnam.

Dalam latihan gim sembilan melawan sepuluh pemain di lapangan Sekolah Pelita Harapan Lippo Karawaci, Tangerang, tadi pagi, Riedl terlihat memasang Lerby Eliandri sebagai penyerang tunggal, dan di sisi lainnya memakai false nine, karena Ferdinand Sinaga ditempatkan sebagai sayap.

Menurut Riedl, skema satu striker, dan penyerang bayangan ini akan coba ia terapkan saat beruji coba melawan Myanmar dan Vietnam. Timnas senior lebih dulu menghadapi Myanmar, Jumat (4/11), dan empat hari kemudian dijamu Vietnam. Riedl pun sudah mempelajari permainan calon kedua lawan timnas senior itu.

“Kami bermain dengan ‘1,5 striker’. Kami menempatkan satu penyerang di depan, dan satu lagi di belakangnya. Mungkin bisa saja ada opsi lain,” ungkap Riedl setelah memimpin latihan.

“Kami sudah punya informasi tentang mereka [Myanmar dan Vietnam]. Kami sudah melakukan latihan 2,5 bulan untuk Piala AFF, sehingga apapun hasil akhirnya [di uji coba] tidak terlalu masalah.”

Secara keseluruhan, Riedl merasa puas cukup dengan peningkatan fisik para pemain. Kendati demikian, juru taktik asal Austria ini akan tetap berusaha meningkatkannya lagi saat tim berada di Myanmar dan Vietnam.

“Kondisi fisik lebih bagus dibandingkan latihan pertama, tapi kami masih ada waktu untuk meningkatkannya. Tapi latihan yang didapat pemain akan lebih berat di Myanmar dan Vietnam,” kata Riedl.

“Pemain inti akan lebih ditekan lagi, karena mereka akan menjalani dua laga, dan pemain lainnya akan menjalani latihan agar levelnya bisa sama. Sore ini kami juga adakan latihan fisik.”

“Kami senang mendapatkan beberapa kali TC [pemusatan latihan] pendek, karena mendapat bantuan dari PSSI dan liga, sehingga bisa menggelar latihan taktik dan fisik. TC sekarang lebih bagus dibandingkan tahun 2014.”

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY