Pelatih penjaga gawang tim nasional Indonesia, Gatot Prasetyo, menyatakan bahwa tak ada jaminan starter untuk posisi di bawah mistar pada Piala AFF 2016.

Posisi tersebut bakal terus diperebutkan oleh Andritany Ardhiyasa dan Kurnia Meiga seperti pada serangkaian pertandingan uji coba.

Dalam tiga uji coba pertama, Andritany dipercaya sebagai starter karena Meiga menderita cedera. Baru pada pertandingan terakhir melawan Vietnam, Meiga kembali menjaga jala Indonesia.

“Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing masing. Tidak ada sosok yang lebih superior. Andritany membuktikan kualitasnya bagus dalam beberapa uji coba,” kata Gatot kepada Kompas.com di Hotel Aryaduta, Tangerang, Senin (14/11/2016).

“Meiga juga bisa meyakinkan kami setelah cedera. Jadi kami lebih tenang dengan dua penjaga gawang,” tutur dia.

Alhasil, ditambahkan Gatot, tim pelatih memutuskan tidak memberikan status penjaga gawang utama kepada salah satu antara Andritany atau Meiga.

Selama Piala AFF 2016, kedua penjaga gawang kembali dirotasi berdasarkan lawan.

“Misal dari postur tubuh. Kami akan mengandalkan pemain yang tinggi. Namun, kalau lawan menerapkan gaya yang tren di Asia seperti Vietnam dengan operan operan akurat, kami memilih pemain yang punya speed bagus,” tutur Gatot.

Selain Andritany dan Meiga, tim asuhan Alfred Riedl masih memiliki Dian Agus Prasetyo. Pemilik nama terakhir tengah memulihkan cedera otot paha.

Tidak ingin mengambil risiko karena waktu keberangkatan sudah mepet, Riedl pun memanggil Jandia Eka Putra. Namun, Semen Padang selaku tim pemilik tidak memberikan respons.

Riedl pun mengalihkan pilihannya kepada penjaga gawang Sriwijaya FC, Teja Paku Alam. Hal ini diperkenankan karena satu klub maksimal menyetor dua nama.

Sebelum Teja hadir, timnas cuma memanggil satu pemain dari Sriwijaya, yaitu Fachrudin Aryanto. (Kompas)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY