Masalah pembatasan pemain masuk Timnas Indonesia, menjadi bahan perbincangan beberapa waktu terakhir. Kebijakan ini, tak lain imbas dari tumpang tindihnya jadwal kompetisi Torabika Soccer Championship, dengan jadwal Piala AFF 2016 Filipina-Myanmar.

Kebijakan ini diambil berdasarkan kesepakatan klub, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator kompetisi, beserta PSSI beberapa bulan lalu. Hasilnya, Timnas Indonesia hanya boleh mengambil maksimal dua pemain dari masing-masing klub, untuk bisa mengikuti sesi latihan dan ikut masuk skuat Timnas di Piala AFF 2016.

Akibatnya, Alfred Riedl selaku pelatih skuat Garuda mengaku kesulitan menemukan komposisi pemain yang diinginkannya. Meskipun, dalam tiga laga uji coba internasional, Boaz Solossa cs baru sekali menelan kekalahan.

Menurut Joko Driyono ,selaku CEO PT GTS, kemungkinan besar kebijakan ini tidak akan berubah. Sebab, waktu yang tersisa jelang Piala AFF sudah tinggal dua pekan lagi. Selain itu, kompetisi TSC juga sudah memasuki tahap akhir.

Joko yang baru saja terpilih menjadi Wakil Ketua Umum I PSSI baru, mengatakan, ke depan PSSI akan lebih teliti dalam memperhitungkan sinkronisasi jadwal kompetisi dengan ajang internasional.

“Rasanya, semua sudah melampaui semua tahapan registrasi pemain dan seterusnya. Jadi, rasanya tidak akan perubahan kebijakan. Event-nya hanya kurang dari dua minggu dan daftar namanya juga sudah ada, jadi tidak ada perubahan apa-apa,” ujar Joko kepada wartawan.

“Bukan kebijakan saya sebagai wakil ketua umum, tetapi PSSI pasti dalam melakukan sinkronisasi penjadwalan nantinya akan memperhitungkan jadwal internasional. Sehingga, tidak tumpang tindih seperti sekarang,” katanya

Timnas Indonesia akan melakoni laga perdana di ajang Piala AFF kontra Thailand, 19 November 2016 mendatang. (Viva)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY