Pemusatan latihan tim nasional Indonesia U-22 kembali digelar mulai hari ini, Minggu 7 Mei pagi WIB di SPH Karawaci, Tangerang. Pada latihan perdana pekan ini, Luis Milla fokus untuk latihan transisi menyerang dan bertahan.

Para pemain dibagi menjadi dua tim dengan tim hijau dan tim oranye. Lapangan juga dibuat garis-garis lebih kecil untuk digunakan ketika pemain menerapkan permainan kaki ke kaki.

Skema latihan yang dikembangkan Milla pada latihan kali ini adalah 10 melawan 6. Saat sedang skema menyerang, 10 orang dalam tim diwajibkan aktif untuk ikut menyerang.

Sedangkan, saat hendak bertahan, tim tersebut bertahan dengan enam orang. Menurut pengamatan Metrotvnews.com, ini dilakukan agar para pemain siap ketika diserang balik lawan.

Namun, ada kalanya Milla berteriak meminta pemain untuk menerapkan permainan 6×6 di lapangan. Pemain sayap harus keluar lapangan dan permainan dipusatkan di tengah, melalui gelandang.

“Ayo, 10 lawan 6. Ayo ganti, sekarang 6 lawan 6,” demikian teriak Milla. Sesekali Bima Sakti juga memberikan arahan di pinggir lapangan.

Pada sesi kedua, lapangan dibagi menjadi dua. Dalam latihan kali ini, tim dipecah menjadi enam melawan enam dan ada empat tim. Pemenang dalam laga kali ini bertemu di final. Milla menekankan dalam latihan ini pemain harus melakukan tekanan ketat dan sering melakukan tembakan. (Metrotvnews)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY